Investasi Jabar Rp76,8 Triliun, Tetep Abdulatip Minta Jangan Hanya Kejar Besaran Modal
Bandung, 6/4/26 — Realisasi investasi Jawa Barat pada triwulan I 2026 mencapai sekitar Rp76,8 triliun. Capaian tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai salah satu daerah dengan nilai investasi terbesar secara nasional dan menjadi salah satu modal penting bagi penguatan ekonomi daerah.
Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat Tetep Abdulatip mengatakan besarnya investasi harus diikuti dengan kemampuan daerah memastikan manfaat ekonomi tersebut menyebar secara lebih luas. Menurutnya, nilai investasi memang penting, tetapi dampak lanjutan terhadap tenaga kerja, pelaku usaha lokal, dan penerimaan daerah juga harus menjadi ukuran.
“Investasi itu bukan hanya angka yang masuk ke laporan. Kita harus melihat apa yang terjadi setelah modal masuk. Apakah ada lapangan pekerjaan, apakah usaha masyarakat ikut bergerak, dan apakah memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah,” ujar Tetep.
Ia menilai kemudahan perizinan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan iklim investasi. Namun, kemudahan tersebut harus berjalan beriringan dengan kepastian aturan, ketersediaan infrastruktur, kepastian pelayanan, serta perlindungan terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan.
Tetep juga mendorong agar investasi tidak hanya terkonsentrasi pada sektor-sektor besar. Pemerintah daerah perlu membuka ruang bagi investasi yang mampu membangun rantai pasok lokal sehingga UMKM dan pelaku usaha daerah dapat menjadi bagian dari ekosistem bisnis.
“Kalau ada kawasan industri atau proyek besar, kita ingin pelaku usaha lokal tidak hanya menjadi penonton. Harus ada ruang kemitraan, pemasok lokal, jasa pendukung, dan kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk masuk dalam rantai ekonominya,” katanya.
Dari sisi fiskal, ia juga mengingatkan agar pemerintah daerah memperhatikan potensi kontribusi investasi terhadap PAD. Menurutnya, investasi yang tumbuh dapat memberikan dampak terhadap berbagai sektor penerimaan apabila tata kelola dan hubungan antara pemerintah daerah dengan dunia usaha berjalan dengan baik.
Tetep menegaskan DPRD akan terus melihat perkembangan investasi dari sisi manfaat dan keberlanjutan. Menurutnya, Jawa Barat memiliki modal ekonomi yang besar, tetapi tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan investasi dapat diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat.






Leave a Reply