WAJADILHUM: BerSYAHADATnya Muslim Pancasila Tentang Ketuhanan Yang Maha Esa
Oleh:
Nunu A. Hamijaya
(Sejarawan Publik)
Terasjabar.co – Judul ini sedikit nyeleneh, karena dua hal yaitu tentang praktek syahadatain dalam kaitannya dengan muslim Pancasila.
Frasa MUSLIM PANCASILA pertamakali dipopulerkan dizaman Orde Baru-SOEHARTO. Bahkan dikenal ada YAYASAN AMAL BAKHTI MUSLIM PANCASILA.
Kita melihat banyak masjid yang dibangun di menara kubahnya ada lafazd ALLOH yang di-CADRE-oleh SEGI LIMA, yang artinya segi lima sila dari Pancasila. Benarkah?

Apakah merka yang tadinya berprinsip sebagai MUSLIM PANCASILA merasa diri aman-aman saja bukan sebagai bentuk sikap MURTAD yang tak disadarinya?
Berikut ini dialog yang kami kutip dari artikel nomor 41, berjudul “Ketuhanan YME” (dalam buku HUMOR DEBAT-nya Ust. Irfan S. Awwas (2018:211) dengan perubahan redaksonal dan tambahan seperlunya.
M : Apakah Tuhan menurut Islam sama dengan Tuhan menurut ajaran agama lain?
MP : Ya, karena sama-sama percaya ada Tuhan
M: apakah Islam mempercayai Ketuhanan Yesus sebagaimana Kristen?
MP : Tidak
M : Kalau begitu, anda telah salah menempatkan posisi ajaran Islam tentang Tuhan dan ajaran Kristen. Dengan begitu, Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila itu apa dan bagaimana implementasinya?
MP : Ya terserah kepada konsensus masyarakat Indonesia (Konsensus Nasional alias Konsensus The Founding Father! Penulis)
M : Apakah masalah Tuhan ditentukan oleh kemauan masyarakat dan kepentingan suatu bangsa-negara, atau Tuhan sendiri yang berkuasa menetapkan Diri-Nya, apa yang dilakukan atau tidak dilakukannya secara mutlak? Jika Tuhan ditentukan oleh kemauan masyarakat dan bangsa, maka yang berkuasa berarti manusia, sedangkan Tuhan hanya jadi obyek saja?
MP : Ya, tidak begitu, Tuhan tetap yang Maha Kuasa, tetapi masyarakat juga berhak menentukan konsep tentang Tuhan?
M : apakah itu berarti Tuhan menjadi produk pemikiran dan kebudayaan,seperti produk seni dan teknologi?
MP : Ya seperti itulah,karena terbukti ajaran Kristen berkenaan dengan ketuhanan nya berubah-ubah, begitu agama Hindu dan Budha.
M : Itu atinya, manusia yang lebih berkuasa atas Tuhannya. Apakah berarti, konsep tentang ketuhanan itu buatan manusia sendiri?
MP : Saya jadi bingung , dan tak paham apa sih sebenarnya Ketuhanan Yang Maha Esa itu?
M: Mengapa bingung, bukankah anda telah membanggakan diri sebagai pencetus gagasan yang jenius?
MP : Saya jujur tak punya penjelasan logis soal yang prinsip ini. Apakah itu artinya anda menganggap konsep Ketuhanan Yang Maha Esa adalah konsep slogan kosong? Dan bahwa kaum PANCASILAIS tidak punya konsep yang jelas tentang TUHAN?
M : Karena, Tuhan yang menurut Islam,itu ALLOH sebutannya bukan produk pemikiran dan kebudayaan (Bukan “Ketuhanan yang Berkebudayaan”). Tuhan itu, baik dipercaya atau tidak diimani, Tuhan tetap Mutlak mandiri. Maka, merumuskan Ketuhaan Yang Maha Esa diluar ketentuan Tuhan sendiri (dalam al Quran) sama dengan tidak bertuhan,sama dengan KAFIR jik a tetap menolak penjelasan Tuhan.
MP : Lh oh kenapa begitu?
M : Karena, anda membuat TUHAN versi kehendak anda sendiri dan mengingkari kemandirian Tuhan berkenaan dengan Dzat-Nya yang serba mutlak. Intervensi manusia dalam merumuskan apa dan bagaimana TUHAN adalah bentuk pengingkaran terhadap Tuhan. Kata TUHAN, dalam al Quran menyatakan “Aku adalah ROBBI-nas, MAALIKIN-nas, dan ILAAHI-nas. Lalu, oleh kita menentangNYA dengan memberi konsep tandinganNYA! Ini jelas KEKAFIRAN BERTAUHID.
MP : Hmmm,…terakhir… Apakah TUHAN-nya Islam adalah juga Tuhannya orang-orang Kristen, Budha, Hindu, dan sebagainya?
M : ALLOH adalah Tuhan-nya semua umat manusia, apakah mereka menganut Kristen atau yang lainnya. Tuhan-nya orang Islam adalah TUHAN nya mereka juga.Adapun jika mereka tidak mengakui tuhan-nya islam yaitu ALLOH swt sebutannya, maka itu adalah pemikiran dan konsep mereka sendiri. Maka, secara logika, tidak mungkin ada pemahaman tentang TUHAN yang semuanya benar tetapi harus ada salah satu yang BENAR, dan yang lainnya SALAH.
MP : ASTAGFIRULLOH….saya baru sadar dari pemikiran yang sesat ini. Saya wajib ber-syahadat lagi.






Leave a Reply