Konstitusi Islam (Qonun Asasi) di Tanah Minang

Oleh:
Nunu A. Hamijaya
(Sejarawan Publik)

Terasjabar.co – TAK banyak yang tahu, bahwa tradisi konstitusi (tertulis) dalam Islam Bernegara sudah ada jejaknya sejak Abad ke-18. Beruntung, Suryadi, Ph.D., asal Minang, dosen Leiden Institute for Area Studies, di Leiden University, mengungkapkan tentang sebuah buku yang berasal dari tesis S-2 ZURIATI yang dipertahankan di Universitas Indonesia tahun 2003. Naskah yang dibahas dalam buku ini adalah Undang-Undang Minangkabau. Pelacakan kepustakaan yang dilakukan Zuriati menunjukkan bahwa Undang-Undang Minangkabau ternyata memiliki salinan yang relatif banyak, sebuah petunjuk tentang tingginya resepsi aktif dan pentingnya teks ini bagi masyarakat Minangkabau di masa lalu.

Naskah Undang-Undang Minangkabau diperkirakan lahir dari situasi sosial budaya yang perilaku masyarakat dan sifat adatnya banyak bertentangan dengan hukum Islam (syarak). Dalam situasi yang demikian itu, teks ini ditulis dan disalin dengan tujuan untuk membentuk manusia (masyarakat) Minangkabau agar menjadi manusia yang termasuk ke dalam golongan umat Islam yang hakiki, yang mempunyai ilmu lahir (fikih) dan ilmu batin (tasawuf). Keduanya, fikih dan tasawuf, merupakan jiwa dari teks Undang-Undang Minangkabau. Teks ini merupakan hasil usaha ulama Minangkabau semasa dalam menjadikan hukum Islam sebagai hukum adat. Akan tetapi, dalam perjalanan hukum adat yang dipengaruhi oleh hukum Islam itu, masih terlihat sikap yang mendua.

Menurut Dr. Suryadi, Perang Paderi, merupakan latar historis terciptanya teks ini. Adalah sangat mungkin bahwa babon salinan Undang-Undang Minangkabau yang mengandung unsur Islam ini diciptakan semasa atau selepas Perang Paderi (1803-1837). Dalam teks Undang-Undang Minangkabau ini terlihat penambahan aspek keislaman yang ditukukkan kemudian setelah berkembangnya Islam di Minangkabau.

Bukti ini, menjadi latar sejarah, jika menelusuri sebuah pemberontakan untuk mendirikan ‘negara islam’ yang otonom dan merdeka (Islamic of zelfbestuur) di Negeri Bernama Hindia Belanda (Indonesia). Pemberontakan PRRI pimpinan Ahmad Husein, dengan dukungan elit nasional islam Partai Masjoemi, sangat mengguncangkan Pemerintahan Soekarno-Hatta.

Pada Januari 1958, berlangsung pertemuan di Sungai Dareh yang dihadiri pimpinan setiap militer di daerah dan tokoh sipil, di antaranya Ahmad Husein, Maludin Simbolon, Barlian, Ventje Sumual, Zulkifli Lubis, Dahlan Djambek, Mohammad Natsir, Syafruddin Prawiranegara, Boerhanoedin Harahap, dan Soemitro Djojohadikusumo.

Nama Sumatera Barat adalah terjemahan dari istilah yang diberikan VOC, Sumatras Westkust. Selama kekuasaan kolonialis Belanda, wilayah administratif Sumatras Westkust berubah-ubah, sebagai respons terhadap dinamika sosial politik daerah ini.

Mayoritas etnis Minangkabau yang mendiami wilayah ini sangat sulit diatur dan sering memberontak kepada Belanda, seperti Perang Paderi (1803-1837), Pemberontakan Pajak (1908), dan Pemberontakan Komunis Silungkang (1927). Ini mungkin terkait dengan karakter budaya etnis Minangkabau yang menganut Islam dan sistem matrilineal serta mempraktikkan sistem geopolitik tradisional yang demokratis yang disebut nagari.

Menurut Prof. Gusti Asnan, Inilah lembaran hitam kedua dalam sejarah Minangkabau setelah Perang Paderi (1803-1837). Gusti Asnan berpendapat bahwa Gerakan PRRI memang sebuah aksi makar yang direncanakan dengan matang, yang tujuannya memang ingin membentuk negara dalam negara (hal 192). Ini berbeda dengan pendapat kebanyakan sejarawan Sumatera Barat dan masyarakat Minang pada umumnya, bahwa PRRI adalah gerakan koreksi terhadap pemerintah pusat yang tidak demokratis dan menerapkan kebijakan pembangunan yang terpusat di Jawa (bandingkan misalnya dengan Mestika Zed & Hasril Chaniago. Ahmad Husein: Perlawanan Seorang Pejuang. Jakarta: Sinar Harapan, 2001).

Usai Pemberontakan PRRI, Sumatera Barat menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian ekstra pemerintah pusat. Struktur pemerintahan Sumatera Baratsetelah dimekarkan dari Provinsi Sumatera Tengah sangat kuat dipengaruhi militer. Namun figur-figur politisi sipil tetap berasal dari kalangan orang Minang sendiri, mengingat reputasi etnis ini dalam bidang intelektual dan pendidikan modern warisan Belanda (Elizabeth E Graves, 1971).

Belakangan, Orde Baru berhasil menjinakkan Sumatera Barat. Selama masa Orde Baru, Partai Golkar sering menang telak di provinsi yang diberi label pembangkang oleh pemerintahan Presiden Soekarno ini (hal 244).

Selain Sumatara Barat, tentu saja adalah Aceh, dengan pimpinan kharismatik Sang Ulama Teungku Daud Ber ‘euh. Tahun 1952, bergabung menjadi Negara Bagian NII-Aceh dari pusat NII-nya S.M. Kartosuwirjo di Jawa Barat. Sementara di Sulawesi Selatan adalah etnik Bugis- Makasar dibawah komando Abdul Kahar Muzakkar yang menjadi bagian dari NII untuk wilayah Sulawesi, Maluku, Papua,serta Sunda Kecil.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 2 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam