Ketika Kambing dan Sapi Menjadi Filsuf

Oleh:
Ganjar Kurnia

Terasjabar.co – Menjelang Idul Adha, kambing dan sapi mendadak menjadi makhluk paling terkenal. Mereka dikandangkan di pinggir jalan, atau di tanah lapang, dengan wajah tenang seperti imuwan yang baru selesai membaca buku filsafat ilmu.

Seekor kambing putih memandang saya lama sekali. Tatapannya dalam, melampaui statistik inflasi dan janji kampanye. Saya merasa ia sedang bertanya: “Manusia, sebenarnya siapa yang sedang dikurbankan? Aku atau egomu?” Saya susah menjawab. Bisa jadi, kambing sering lebih jujur daripada manusia. Kambing tidak pernah pura-pura miskin demi bantuan sosial. Kambing tidak pernah mengaku pejuang rakyat, sambil menyimpan Tabungan di rekening luar negeri.

Kambing juga, tidak pernah membuat konferensi pers setelah memakan daun singkong. Di pasar hewan, para kambing berdiri seperti peserta seleksi calon pejabat. Giginya diperiksa, badannya ditimbang, bulunya dilihat, kesehatannya dipastikan.

Begitulah, untuk menjadi qurban saja kambing harus memenuhi syarat ketat. Sementara manusia kadang bisa memimpin tanpa pernah diperiksa apakah hatinya sehat, apakah niatnya tidak pincang, apakah lidahnya tidak rabies, apakah persyaratan administrasinya memenuhi (misal keaslian ijazahanya).

Sementara, seekor sapi besar tampak termenung di bawah tenda biru. Barangkali ia sedang menyusun memoar: Aku Pernah Merumput Di Sebuah Padang, Lalu Menjadi Simbol Keikhlasan. Matanya basah. Tapi bukan karena takut. Mungkin ia sedih melihat manusia yang setiap tahun menyembelih hewan, tetapi lupa menyembelih kesombongannya sendiri.

Karena kata ustadz, Qurban sesungguhnya, bukanlah sekadar urusan pisau, darah, daging, plastik kresek, dan antrean kupon. Qurban sesungguhnya adalah ujian apakah hati manusia masih bisa dibagi tanpa harus difoto dari tujuh sudut. Hal tersebut, karena kini ada gejala, keikhlasan pun sering menunggu sinyal internet. Sebelum daging sampai ke tangan fakir miskin, kadang sudah lebih dulu sampai ke “story” Instagram atau status.

Ada panitia yang sibuk menghitung paha, iga, jeroan, dan kepala. Semua harus adil dan tercatat. Sementara di sudut lain, malaikat mungkin sedang menghitung sesuatu yang lebih halus: siapa yang memberi karena cinta, siapa yang memberi karena malu, dan siapa yang memberi karena namanya ingin disebut di lapangan pada saat Solat Ied.

Di dunia surealis, mungkin kambing-kambing dan sapi itu berkumpul malam sebelum disembelih. Mereka rapat di bawah bulan sabit. Ketua kambing membuka sidang: “Saudara-saudara sekalian, besok sebagian dari kita akan menjadi jalan bagi manusia untuk mengingat Ibrahim. Tapi mohon dicatat, jangan sampai mereka hanya menyembelih kita, sementara kerakusan mereka tetap dipelihara seperti anak emas.”

Semua kambing dan sapi mengangguk. Seekor kambing muda bertanya, “Apakah setelah qurban manusia akan menjadi lebih lembut?” Kambing tua menjawab, “Secara teori, iya. Secara praktik, tergantung apakah hatinya ikut dipotong kecil-kecil lalu dibagikan ke fakir miskin secara ikhlas atau tidak?.”

Begitulah, Idul adha datang setiap tahun bukan untuk membuat kambing dan sapi panik, melainkan untuk membuat manusia sadar. Yang tajam bukan hanya pisau di petugas yang menyembelih, tetapi juga pertanyaan di dalam batin: “apa yang sudah kita korbankan selain uang? Apa yang sudah kita lepaskan selain hewan? Apakah kita sanggup mengurbankan iri, dendam, serakah, ingin dipuji, dan kebiasaan merasa paling benar?” Qurban tanpa perubahan batin hanyalah festival daging dengan sedikit aroma spiritual. Perut kenyang, “freezer” penuh, tetapi hati tetap alot seperti sandal jepit yang direbus tiga hari.

Ketika takbir berkumandang, kambing-kambing dan sapi-sapi itu mungkin tersenyum diam-diam. Mereka tahu, tubuh mereka akan selesai, sementara tugas manusia justru baru dimulai: “belajar menjadi lebih manusia daripada sebelumnya”. Qurban yang paling berat bukanlah membeli kambing atau sapi, tapi menyembelih “aku” yang selalu merasa lebih segala-galanya, alias “gumasep atau gumeulis”. Wallohu a’lam.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × one =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam