Zulkifly Chaniago: Pengelolaan Sungai Ciwulan-Cilaki Harus Berorientasi pada Mitigasi Bencana dan Kesejahteraan Warga
Terasjabar.co – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Zulkifly Chaniago, BE., menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya air (SDA) yang terintegrasi dan berkelanjutan di wilayah Sungai Ciwulan-Cilaki. Hal itu disampaikannya saat mengikuti kunjungan kerja Komisi IV DPRD Jabar ke UPTD PSDA Wilayah Sungai Ciwulan-Cilaki, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat, pada Selasa (14/10/2025).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau kesiapan program kerja SDA Tahun Anggaran 2026, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan kegiatan tahun sebelumnya. Fokus pembahasan meliputi pengelolaan sumber daya air, penguatan infrastruktur pengairan, serta upaya mitigasi bencana di kawasan sungai.
“Kawasan Sungai Ciwulan dan Cilaki memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai sumber air untuk pertanian dan kebutuhan masyarakat, tetapi juga dalam pengendalian banjir dan konservasi lingkungan. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara terpadu, melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Zulkifly.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifly mendorong Dinas SDA Jabar untuk memastikan program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama dalam hal pemeliharaan irigasi, normalisasi sungai, serta peningkatan kapasitas infrastruktur pengendali banjir.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis ekologi dan partisipasi masyarakat lokal dalam setiap kegiatan pembangunan infrastruktur sumber daya air.
“Kita tidak bisa hanya membangun fisik tanpa memperhatikan aspek lingkungan. Program SDA harus berpihak pada keseimbangan ekosistem dan kesejahteraan warga di sekitar sungai,” tambahnya.
Zulkifly mengapresiasi kerja sama antara UPTD PSDA, pemerintah kabupaten, dan masyarakat setempat dalam menjaga keberlanjutan fungsi sungai. Ia berharap kolaborasi ini terus diperkuat melalui kegiatan pembinaan dan edukasi publik tentang pentingnya menjaga daerah aliran sungai (DAS).
Politisi Fraksi Partai Demokrat ini juga menyoroti pentingnya upaya mitigasi bencana banjir dan longsor, mengingat wilayah selatan Jawa Barat kerap menghadapi risiko tinggi akibat curah hujan ekstrem dan degradasi lahan.
“Mitigasi harus menjadi bagian dari perencanaan, bukan hanya reaksi setelah bencana terjadi. Kita ingin program SDA 2026 benar-benar memperkuat sistem peringatan dini dan pengelolaan kawasan rawan bencana,” tegasnya.
Komisi IV DPRD Jabar berkomitmen akan terus mengawal program-program prioritas di sektor sumber daya air agar sejalan dengan visi pembangunan Jawa Barat yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Kunjungan kerja tersebut juga dihadiri oleh jajaran pejabat Dinas SDA Provinsi Jawa Barat dan kepala UPTD PSDA Wilayah Sungai Ciwulan-Cilaki. Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula usulan kegiatan strategis tahun 2026, termasuk rehabilitasi jaringan irigasi, pengendalian daya rusak air, serta pengelolaan konservasi DAS.
“Pembangunan harus memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Kami akan terus mendorong agar anggaran SDA digunakan secara efektif dan berpihak pada kepentingan publik,” tutup Zulkifly.






Leave a Reply