Langit yang Tak Cukup Tinggi: Sebuah Percakapan di Balkon Kota

Terasjabar.co – “Apa yang kau lihat di bawah sana?” tanya seorang ayah pada putranya, di sebuah balkon lantai 15 di tengah kota besar Jawa Barat.

“Sungai cokelat. Sawah yang hilang. Rumah yang saling berhimpitan,” jawab sang putra pelan.

Ayah itu menarik napas panjang. “Dulu, tempat itu hijau. Kita memetik padi. Kita bermain lumpur. Tapi kota berubah. Kita membangun ke samping tanpa batas, sampai bumi tak lagi punya ruang.”

Putranya menoleh. “Lalu, apakah kita akan terus naik ke langit?”

Ayah itu tersenyum samar. “Pertanyaannya bukan seberapa tinggi kita mendongak, Nak. Tapi seberapa baik kita menjaga bumi ketika kita tak lagi menginjak tanah.”

Begitulah kisah bermula, tentang manusia yang kehabisan tanah, dan pemerintah yang menawarkan langit sebagai solusi.

Hunian Vertikal: Janji pada Langit

Pemerintah Jawa Barat melalui pernyataan Gubernurnya menyatakan bahwa era rumah tapak sudah berakhir. Kota-kota padat, seperti Bandung, Bogor, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, harus berpaling pada hunian vertikal.

Solusi itu terdengar rasional. Lahan mengecil. Penduduk bertambah. Risiko bencana meningkat. Maka pembangunan ke atas ditawarkan sebagai jawaban.

Namun sebuah suara di hati berbisik: solusi bukan sekadar memindahkan kaki dari tanah ke beton. Solusi harus menyentuh martabat manusia, keseimbangan alam, dan masa depan bersama.

Pertanyaan yang Menggelitik

“Nak, kau tahu apa itu solusi sementara?”

“Obat sakit kepala?”

Ayah itu tertawa pendek. “Persis. Ia meredakan rasa sakit, tetapi tak menyembuhkan akar penyakit. Hunian vertikal bisa meredakan sesak ruang. Tapi apakah itu mengobati penyebab sesaknya?”

Putra itu diam sejenak. “Apa penyebabnya?”

Ayah menoleh pada bukit gundul di kejauhan. “Pola pikir yang mengejar keuntungan, bukan keseimbangan.”

Lahan yang Luas, Tapi Pikiran yang Sempit

Jawa Barat tidak miskin lahan. Yang miskin adalah cara pandang.

Ketika sawah berubah menjadi pabrik, ketika bukit menjadi hotel, ketika tepi sungai menjadi vila, ketika ruang hijau menjadi tempat kapital tumbuh, maka vertikal hanya menjadi tameng.

Kita bisa membangun ke atas, tetapi tanah tetap terkoyak jika paradigma pembangunan masih tunduk pada logika modal.

Kita perlu bertanya: pemerintah melindungi siapa? Rakyat? Alam? Atau pemodal yang menyodorkan proposal paling tebal?

Kritik diperlukan, namun kritik yang menjaga martabat. Bukan menolak pemerintah, tetapi mengajak kembali berpijak pada prinsip keberlanjutan, keadilan, dan kemanusiaan.

Ideologi yang Menentukan Arah

Kapitalisme sekuler memandang tanah sebagai aset. Siapa yang kuat membeli, dialah yang menang. Rakyat hanya penonton. Alam hanya objek. Namun Islam memandang bumi sebagai amanah, bukan komoditas.

Allah Swt. Berfirman, “Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di bumi…” (QS. Al-An‘am: 165)

Ayah itu kembali berucap pada putranya: “Menjadi khalifah berarti menjaga, bukan merusak. Menata, bukan merampas. Menyuburkan, bukan mengeringkan.”

Solusi Islam: Menapak Tanah, Menjaga Langit

Islam tidak melarang pembangunan vertikal. Tetapi Islam menuntut penataan hukum yang memastikan tanah dikelola sebagai kebutuhan publik, bukan barang dagangan monopolistik.

Rasulullah saw. bersabda, “Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara: air, padang, dan api.” (HR. Abu Dawud no. 3477, Ibnu Majah no. 2472)

Tanah, sebagai padang, bukan milik pemilik modal. Ia hak publik yang harus dijaga pemerintah agar tidak dikuasai segelintir.

Dalam sejarah, Umar bin Khattab membagikan tanah ghanimah bukan untuk diperjualbelikan, tetapi agar rakyat menanami, menghidupi, dan menjaga ekosistemnya.

Islam menuntut sebuah pemerintahan yang menimbang maslahat rakyat, bukan kesepakatan investasi.

Menjaga Kaki di Bumi, Menjaga Mata di Langit

Malam tiba. Kota menyala seperti gugusan bintang buatan manusia. Putra itu berkata, “Ayah, aku suka tinggal di atas. Aku bisa melihat dunia.”

Ayah tersenyum, mengusap kepalanya. “Tinggallah di atas, Nak. Tapi jangan lupa bahwa hidupmu tetap bersandar pada bumi. Hormati tanah. Jaga sungai. Biarkan bukit bernapas. Karena kalau bumi mati, setinggi apa pun gedungmu, tak ada lagi tempat untuk pulang.”

Hunian vertikal bukan kesalahan. Ia bisa menjadi anugerah, asal tidak memutus akar manusia. Bumi ini terlalu berharga untuk sekadar dijadikan latar belakang foto dari lantai teratas.

Selama kita belajar menyeimbangkan langit dan tanah, maka harapan itu tetap hidup.
Dan tugas pemerintah, tugas rakyat, tugas umat adalah memastikan bumi tetap menjadi rumah bagi semua.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 4 =

dewispin
dewaslot88
Perjalanan Baccarat dalam Transformasi Media Digital Mengubah Wajah Industri Hiburan
Baccarat Jadi Bagian Evolusi Platform Interaktif Transformasi Dunia Hiburan Digital
Observasi Teknologi Ungkap Pergeseran Narasi Permainan Baccarat dan Dampaknya bagi Pemain
Transformasi Media Bicara Perjalanan Baccarat Melalui Pengalaman Digital yang Mengubah Cara Pandang
Teknologi Kasino Online Mampu Mengolah Data Digital Berkat Perkembangan Perangkat Keras Dan Lunak
Perjalanan Platform Interaktif Mengubah Narasi Kasino Online dengan Perspektif Baru
Kebutuhan Terhadap Sistem Komputasi Kasino Online Semakin Meningkat Seiring Pesatnya Transformasi Digital
Komputasi Menjadi Salah Satu Fondasi Utama Yang Mendorong Kemajuan Teknologi Kasino Online Di Era Modern
Hampir Seluruh Aktivitas Kasino Online Saat Ini Memanfaatkan Sistem Komputasi Dalam Prosesnya
Jalur Pembayaran Yang Putus Setelah Cascading Pada Mahjongways Kasino Online Dibaca Dengan Teknik Ini
Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!