Korupsi Garut: Cermin Gagalnya Pengamalan Pancasila di Pemerintahan Daerah

Oleh:
Fadil Romansyah Karuniawan
(Mahasiswa Program Studi Sosiologi, FISIP, UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Terasjabar.co – Korupsi yang terjadi di Kabupaten Garut menunjukkan bahwa nilai Pancasila belum sepenuhnya terwujud dalam cara pemerintahan daerah dijalankan.

Salah satu contoh yang menarik perhatian publik adalah skandal korupsi dana bantuan sosial yang melibatkan mantan Bupati Garut, Aceng Fikri, pada tahun 2013, serta sejumlah kasus penyalahgunaan anggaran daerah yang ditangani oleh aparat hukum antara tahun 2018 dan 2022.

Tindakan korupsi tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengkhianati nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan harapan rakyat.

Kejadian ini mencerminkan bahwa Pancasila masih sering dianggap sekadar slogan, dan belum menjadi panduan moral dalam kebijakan publik.

Kemanusiaan yang Terluka Akibat Korupsi

Sila Kedua Pancasila menegaskan bahwa kemanusiaan harus ditempatkan sebagai nilai utama dalam setiap kebijakan. Namun, kasus korupsi dana sosial dan pembangunan di Garut telah berdampak langsung pada terhambatnya pelayanan publik, seperti perbaikan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.

Pada tahun 2019, Kejaksaan Negeri Garut menangani kasus korupsi pengadaan yang merugikan keuangan daerah hingga miliaran rupiah.

Ketika dana rakyat diselewengkan, maka hak-hak dasar masyarakat diabaikan dan martabat manusia dikorbankan demi kepentingan pribadi maupun kelompok.

Persatuan yang Tergerus oleh Praktik Koruptif

Sila ke-3 Pancasila, yang berbicara tentang Persatuan Indonesia, bertentangan dengan tindakan korupsi. Terulangnya kasus-kasus korupsi dalam pemerintah daerah menyebabkan menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.

Di Kabupaten Garut, meningkatnya sikap apatis dan skeptisisme masyarakat dapat dilihat jelas terhadap kebijakan pemerintah.

Ketika pejabat publik yang seharusnya menjadi panutan terlibat dalam tindakan korupsi, hubungan emosional antara rakyat dan pemerintah menjadi lemah, mengancam persatuan sosial di tingkat lokal.

Keadilan Sosial yang Dikhianati

Sila Kelima Pancasila mengamanatkan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, praktik korupsi justru menjadikan keadilan sebagai hak istimewa bagi kelompok tertentu.

Kasus-kasus korupsi di Garut pada periode 2020–2022 menunjukkan bahwa penyalahgunaan wewenang sering kali berujung pada penderitaan masyarakat kecil, sementara pelaku korupsi masih berupaya mencari celah hukum.

Ketika hukum tidak ditegakkan secara tegas dan adil, maka keadilan sosial hanya menjadi konsep ideal tanpa perwujudan nyata.

Korupsi yang terjadi di Kabupaten Garut merupakan bukti nyata bahwa nilai-nilai Pancasila belum sepenuhnya diaktualisasikan dalam praktik pemerintahan daerah.

Reaktualisasi Pancasila harus diwujudkan melalui penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu, transparansi anggaran, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam pengawasan kebijakan publik.

Selama Pancasila hanya dijadikan simbol seremonial, praktik korupsi akan terus menggerus keadilan dan kepercayaan rakyat.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − ten =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam