Derita Gaza Semakin Lengkap, Akhiri dengan Solusi Hakiki!
Oleh:
Nunung Nurhayati
(Aktivis Muslimah)
Terasjabar.co – Genosida panjang, tak jua menemui titik akhir. Berbagai kejahatan perang yang belum pernah ada, tercipta di tanah Gaza. Pemutusan air dan listrik, penghancuran sekolah dan rumah sakit, blokade berbagai logistik, dari makanan, obat-obatan dan semua kebutuhan dasar kehidupan, seakan tak cukup untuk memenuhi hasrat kemenangan.
Kini, pasukan Israel telah melancarkan serangan di pinggiran kota Gaza bagian utara selama berminggu-minggu, setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer merebut kota itu. Serangan ini mengancam menggusur ratusan ribu warga Palestina yang selama hampir dua tahun berlindung di kota itu (republika.co.id, 6/9/2025).
Derita Gaza semakin lengkap. Dimanakah para pemimpin dunia atas kedzaliman di tanah Gaza? Sayangnya, mereka ada. Walau sebatas kecaman dan bantuan yang tak semuanya sampai di tanah Gaza. “Two nation state solution” dihadirkan. Digadang-gadang menjadi solusi yang meyakinkan, walau faktanya bukan yang memberi peradilan.
Di Gaza, ribuan manusia telah menjadi tumbal keserakahan, para penjajah yang tak punya belas kasihan. Bukan hanya pasukan militer yang menjadi sasaran, seluruh penduduk sipil, baik laki-laki ataupun perempuan, entah tua maupun muda. Bahkan anak-anak tak luput menjadi korban, mereka dibuat melayang ke udara, hingga para bayi terpanggang dalam tidurnya.
Kebiadaban ini telah mengguncang seisi dunia, menyayat hati para manusia yang masih punya hati dan empati dalam jiwa. Kesemena-menaan ini, telah memaksa rakyat bertindak sendiri, melakukan segala upaya yang bisa diberi. Imbas, lambannya pemerintah dunia dalam menyelamatkan Gaza dari derita.
Dari berbagai aksi solidaritas dibelahan dunia, Global March to Gaza, hingga aksi Global Sumud Flotilla (GSF) yang kini bergema di tengah laut Mediterania. Sebuah armada sipil internasional yang terdiri dari lebih 50 kapal dan ratusan relawan dari 44 negara dengan latar belakang yang beragam, berlayar untuk menantang blokade Israel atas Jalur Gaza. Cerminan perlawanan damai menghadapi ketidakadilan, manifesto moral dari masyarakat sipil internasional (rri.co.id, 2/9/2025).
Akankah misi ini mampu menembus blokade kedzaliman? Ataukah kembali dipatahkan seperti halnya Global March to Gaza yang pernah diluncurkan? Sejatinya, solusi kemanusiaan dari pengumpulan uang dan berbagai bantuan, hingga aksi damai, tak cukup kuat mengakhiri penderitaan rakyat di Gaza, Palestina. Kebengisan zionis tak akan pernah tersentuh oleh sekedar perlawanan damai dan kecaman dunia.
Disamping itu, semua bantuan kemanusiaan hanya akan menjadi amunisi rakyat Gaza untuk dihancurkan dan dibuat kembali menderita. Apalagi, tak pernah ada upaya nyata dari para pemangku kekuasaan dunia. Mereka berbalik berkhianat, bergandengan tangan dengan para penjahat yang menciptakan derita di tanah, tempat kiblat pertama umat Islam berada.
Padahal, telah ada solusi dari satu-satunya Dzat yang berhak menetapkan hukum di alam semesta. Dalam firman-Nya; “Menetapkan (hukum itu) hanyalah hak Allah. Dia menerangkan kebenaran dan Dia pemberi keputusan yang terbaik.” (TQS Al-An’am: 57).
Tegasnya, Allah SWT memerintahkan; “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu.” (TQS Al-Baqarah: 190-191).
Jihad fii sabilillah, merupakan solusi hakiki yang akan menyudahi penderitaan rakyat di tanah Gaza. Solusi yang datang bukan dari sekedar makhluk bernama manusia. Selama ini, bantuan kemanusiaan terbukti bukanlah sebagai pengakhir derita rakyat Gaza yang panjang. Berbagai retrorika, perundingan dari berbagai negara, hingga andilnya dewan keamanan PBB pun, tak kunjung pernah membuahkan.
Sementara, rakyat Gaza telah lelah dalam penderitaan dan semakin bertambahnya kekejaman yang dilakukan Zionis Yahudi dalam pemusnahan etnis untuk mencaplok seluruh wilayah di Gaza, Palestina. Sudah saatnya umat tergerak dalam kesadaran akan solusi yang sebenarnya. Hingga rakyat Gaza, tak akan ada lagi yang bertanya; “Aynal Muslimun?”, dimanakah orang-orang muslim? Allahu’alam bishshowab.






Leave a Reply