Pengangguran Menghantui Generasi, Yuk Cek Solusi Islam
Oleh:
Indah Rahma
(Praktisi Kesehatan)
Terasjabar.co – Indonesia kembali menghadapi permasalahan serius dalam dunia ketenagakerjaan dengan tingkat pengangguran yang semakin mengkhawatirkan. Laporan IMF mengungkapkan bahwa Indonesia menempati posisi teratas dengan tingkat pengangguran tertinggi di kawasan ASEAN pada tahun 2024. Sebagian besar yang terperangkap dalam pengangguran adalah lulusan perguruan tinggi, baik sarjana maupun diploma. Gelar pendidikan tinggi yang diharapkan menjadi tiket menuju masa depan yang lebih cerah, kenyataannya justru semakin banyak sarjana yang harus menghadapi kenyataan pahit “menganggur” (kompas.com, 30/04/2025).
Berdasarkan analisis dari berbagai sumber, seperti laporan dari BBC Indonesia dan CNBC Indonesia, masalah ini dipicu oleh ketidakseimbangan antara kebutuhan pasar kerja dan jumlah pencari kerja (bbc.com, 30/04/2025). Di negara kapitalistik, pasar kerja lebih banyak dikuasai oleh korporasi swasta yang berorientasi pada keuntungan dan sering kali tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang cukup bagi seluruh pencari kerja, khususnya yang baru lulus. Sedangkan pemerintah, dalam sistem kapitalisme, lebih banyak bertindak sebagai regulator yang mementingkan kepentingan korporasi daripada kesejahteraan rakyat, yang menyebabkan semakin tingginya kesenjangan antara pencari kerja dan lapangan pekerjaan (cnbc.com, 01/05/2025).
Tingginya angka pengangguran ini menunjukkan ketidakberdayaan sistem ekonomi yang ada dalam menyediakan lapangan pekerjaan yang memadai bagi masyarakat, terutama generasi muda. Dalam sistem kapitalisme, pemerintah cenderung mengandalkan swasta untuk membuka lapangan pekerjaan. Investasi yang dilakukan oleh swasta dan pengelolaan sumber daya alam sering kali lebih berfokus pada keuntungan ekonomi jangka pendek dan mengabaikan kepentingan rakyat. Hal ini semakin memperparah kesenjangan sosial dan ekonomi, di mana sebagian besar masyarakat, terutama mereka yang baru lulus pendidikan tinggi, kesulitan untuk memasuki pasar kerja.
Penerapan kapitalisme, dengan mengandalkan sektor swasta sebagai penggerak utama perekonomian, terbukti belum mampu mengatasi masalah pengangguran yang semakin memburuk. Hal ini menuntut perubahan mendasar dalam sistem ekonomi yang ada.
Islam, dengan prinsip dan aturan ekonominya, menawarkan solusi tuntas bagi masalah pengangguran massal yang tengah dihadapi oleh Indonesia. Dalam sistem Islam, negara bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai raa’in (pengurus rakyat). Negara dalam Islam memiliki kewajiban untuk memastikan kesejahteraan rakyatnya, termasuk menyediakan lapangan pekerjaan yang layak dan memadai.
Sistem ekonomi Islam, yang diterapkan dalam negara Khilafah, akan mengelola sumber daya alam dan ekonomi secara mandiri, tanpa menyerahkan pengelolaannya kepada swasta atau pihak asing. Bahkan Islam melarang penyerahan pengelolaan sumber daya alam (SDA) kepada pihak swasta, terlebih jika itu melibatkan kepentingan asing yang dapat merugikan kepentingan rakyat.
Melalui sistem ekonomi Islam, negara akan bertindak aktif dalam menciptakan lapangan pekerjaan dengan mengelola berbagai sektor industri secara langsung. Selain itu, dengan penerapan sistem zakat dan sistem fiskal yang adil, negara dapat mendistribusikan kekayaan secara merata, mengurangi ketimpangan sosial, dan membuka peluang kerja yang lebih banyak bagi masyarakat. Dengan demikian, negara Khilafah akan mengatasi permasalahan pengangguran dan menciptakan lapangan pekerjaan yang cukup bagi seluruh rakyatnya.
Penyelesaian terhadap masalah pengangguran massal yang sedang melanda generasi muda Indonesia tidak dapat diserahkan begitu saja kepada mekanisme pasar yang bebas. Kapitalisme terbukti gagal memberikan solusi. Oleh karena itu, Islam dengan sistem ekonominya yang kaffah (komprehensif) menawarkan solusi yang lebih adil dan merata, memastikan setiap rakyat dapat hidup sejahtera dengan lapangan pekerjaan yang tersedia.
Negara Khilafah, sebagai penerapan sistem Islam yang menyeluruh, memiliki peran sentral dalam mewujudkan kesejahteraan dan stabilitas ekonomi yang sejati bagi seluruh rakyat.
Wallahu’alam Bisshawwab.






Leave a Reply