Guru Penggerak, Bisakah Menekan Angka Pengangguran?
Oleh:
Ummu Fahhala, S.Pd.
(Praktisi Pendidikan dan Pegiat Literasi)
Terasjabar.co – Sungguh mengkhawatirkan, angka pengangguran terbuka mencapai 9,9 juta penduduk usia muda, yang salah satu penyumbang tertingginya adalah lulusan SMA/SMK, hal ini didasarkan data BPS pada 2024.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jabar menargetkan sekitar 48 ribu guru penggerak mengikuti latihan sebagai langkah konkret dalam menekan angka pengangguran, untuk meningkatkan kompetensi guru dan siswa (antaranews.com, 02/10/2024).
Kompetensi guru bisa jadi berpengaruh terhadap kompetensi lulusan dan kualitas SDM yang di cetak oleh pendidikan. Tapi itu hanya satu dari sekian banyak faktor yang menyebabkan problem pengangguran tak kunjung selesai.
Kalangan analis ekonomi mengatakan bahwa masalah pengangguran kalangan muda ini, bisa karena memang kondisi masalah ekonomi, yang bahkan dialami oleh banyak negara, termasuk negara-negara maju, sehingga bersifat sistemik.
Faktor lain penyebab pengangguran, diantaranya inflasi, produksi yang melambat, investasi yang macet, lapangan kerja yang sempit, pemulihan ekonomi yang lambat pasca pandemi, masalah penguasaan teknologi sehingga banyaknya teknologi canggih akhirnya menggantikan tenaga manusia, mismatch (ketidakcocokan) antara jurusan yang diambil dengan bidang kerja, permintaan tenaga kerja lebih kecil dari penawaran dan sebagainya.
Faktor-faktor yang bisa terindra di permukaan yang menyebabkan penganguran, semuanya akibat dari penerapan sistem kapitalisme, khususnya dalam bidang ekonomi. Sistem ekonomi kapitalisme menjadikan modal besar hanya berkumpul di sebagian kecil kalangan kapitalis atau korporasi, sehingga menghilangkan kesempatan banyak orang untuk melakukan aktivitas ekonomi.
Para korporasi juga menguasai kekayaan alam. Faktanya pengelolaan kekayaan alam bisa banyak menyerap tenaga kerja, tapi penggunaan teknologi canggih yang kebablasan dan tidak disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, akibatnya tenaga manusia mulai ditinggalkan.
Ditambah dengan kebijakan hilirisasi, akhirnya pertambangan dianak emaskan dengan peningkatan investasinya, sehingga terjadi deindustrialisasi dan berkurang pula penyerapan tenaga kerja.
Pandangan Islam
Islam memiliki syariat yang mengatur semua bidang kehidupan, termasuk sistem ekonomi, pendidikan dan politik Islam. Dengan pengaturan dan pengelolaan sumber daya alam atau energi yang merupakan milik umum, sistem Islam akan mampu mengatasi pengangguran dengan tersedianya lapangan kerja yang memadai bagi rakyatnya.
Perekonomian dalam sistem pengaturan Islam, tumbuh dengan sangat baik bahkan cepat. Pasalnya sistem ekonomi Islam memiliki pengaturan terkait kepemilikan, di mana sumber daya alam (SDA) dan energi diposisikan sebagai kepemilikan umum atau milik rakyat. Pengelolaan SDA hanya boleh dilakukan negara dan haram diserahkan kepada swasta apalagi asing, apapun alasannya.
Dari pengaturan kepemilikan umum saja, negara akan mampu membuka lapangan pekerjaan dalam jumlah besar, sebab pengelolaan SDA ini berkaitan dengan hajat hidup masyarakat, seperti BBM, listrik, air dan sebagainya.
Melalui pendidikan Islam, negara akan mendukung tersedianya tenaga kerja yang mumpuni yang bisa diakses siapa saja karena gratis dan berkualitas. Dengan menanamkan ketakwaan individu melalui kurikulum pendidikan yang berbasis akidah islam untuk mencetak generasi yang hebat, berkepribadian Islam yang kuat dan menguasai teknologi.
Di sisi lain, negara melarang aktivitas ekonomi non riil, seperti saham, bursa dan sebagainya serta hanya mengembangkan ekonom riil. Hal ini akan mampu membuka lapangan kerja secara luas karena uang akan berputar secara alami dan lancar.
Negara memberi dukungan pengembangan ekonomi riil melalui pembangunan infrastruktur, pemberian modal dan sarana prasarana di berbagai bidang, seperti pertanian, perkebunan perdagangan, jasa dan lain-lain dari Baitul Mal yang memiliki pemasukan melimpah sesuai ketetapan syariat Islam. Hal ini tentu akan menciptakan suasana yang kondusif untuk bekerja.
Oleh karena itu, hanya dengan pengaturan Islam yang menyeluruh (kafah) dalam segala aspek kehidupan, maka akan tersedia lapangan kerja secara luas dan menjamin kesejahteraan seluruh rakyat.






Leave a Reply