Dukung Target Jalan Mulus 2027, Zulkifly Chaniago Sambut Baik Efisiensi Anggaran APBD Jabar

Terasjabar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi bersama Sekretaris Daerah Herman Suyatman berhasil melakukan efisiensi anggaran APBD 2025 sebesar Rp 5,1 triliun. Hasil efisiensi tersebut akan dialokasikan untuk sektor-sektor prioritas guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.

Menurut Sekda Jabar Herman Suyatman, alokasi anggaran difokuskan pada pembangunan infrastruktur sebesar Rp 3,6 triliun, pendidikan Rp 1,3 triliun, kesehatan Rp 122,9 miliar, cadangan pangan Rp 46,1 miliar, serta penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi sebesar Rp 35,5 miliar.

Anggaran infrastruktur yang mencapai Rp 3,6 triliun akan digunakan untuk peningkatan kualitas jalan, pembangunan irigasi, drainase, serta penambahan rambu-rambu dan marka jalan.

Menanggapi kebijakan tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Zulkifly Chaniago, BE., menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Dedi Mulyadi atas komitmennya dalam memperkuat sektor infrastruktur.

“Ya, kami sangat mengapresiasi langkah Pak Gubernur yang mengalokasikan hasil efisiensi anggaran untuk sektor infrastruktur. Ini adalah langkah nyata dan sangat strategis untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Zulkifly pada Sabtu (19/4/2025).

Zulkifly menambahkan bahwa alokasi anggaran tersebut sangat sejalan dengan target Gubernur Jabar untuk memastikan seluruh jalan di wilayah Jawa Barat dalam kondisi mulus pada akhir tahun 2027.

“Kondisi jalan yang baik tentu sangat mendukung aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat, termasuk distribusi barang. Ini akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di daerah,” tegas legislator dari Dapil Sumedang-Majalengka-Subang itu.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam perbaikan jalan. Dari total APBD Jabar sekitar Rp 30 triliun, anggaran untuk infrastruktur sebelumnya hanya sekitar Rp 1 triliun. Akibatnya, banyak ruas jalan provinsi di kabupaten/kota yang belum dalam kondisi mantap.

“Selama ini, karena keterbatasan anggaran, perbaikan jalan lebih banyak dilakukan melalui pemeliharaan rutin. Padahal, pemeliharaan rutin penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan menekan biaya perbaikan di masa depan,” jelasnya.

Zulkifly menegaskan bahwa DPRD Jabar mendorong agar ke depan Pemprov Jabar terus meningkatkan alokasi anggaran untuk infrastruktur demi mewujudkan target besar 2027, yakni seluruh jalan di Jawa Barat dalam kondisi mantap dan mulus.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 5 =