Divonis Bebas Pengadilan Negeri Bale Bandung, Begini Ungkapan Haru Irfan Suryanagara

Terasjabar.co – Mantan Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Irfan Suryanagara yang sebelumnya menjadi terdakwa atas perkara penggelapan bisnis SPBU divonis bebas Pengadilan Negeri Bale Bandung.

Ketua Majelis Hakim Dwi Sugianto mengatakan, Irfan tidak terbukti secara sah telah bersalah sesuai dakwaan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum, terkait penipuan dan tindak pidana pencucian uang.

“Membebaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum,” kata hakim di PN Bale Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/2/2023) siang.

Hakim menilai, Irfan tidak terbukti melakukan penipuan sesuai dengan dakwaan kesatu pertama yakni Pasal 378 KUHP. Hakimpun membebaskan juga Irfan dari sejumlah dakwaan kumulatif.

Dijelaskan hakim, antara Irfan dengan korban yakni Stelly Gandawidjaja, memiliki hubungan bisnis dalam beberapa tahun. Pasalnya, hakim menilai Stelly memberikan aset terkait bisnis kepada Irfan dalam keadaan sadar.

Karenanya dalam hal itu, hakim tidak melihat adanya unsur-unsur penipuan. Hakim juga menilai, perkara itu tidak masuk ke dalam tindak pidana, melainkan perdata.

Setelah dinyatakan tak bersalah, hakim memerintahkan sejumlah barang bukti yang sebelumnya disita agar dikembalikan ke Irfan.

Selain Irfan, hakim juga memvonis bebas istri Irfan Suryanagara yakni Endang Kusumawaty sebagai terdakwa perkara dugaan penggelapan itu.

Baca JugaTok! Majelis Hakim Bebaskan Irfan Suryanagara dan Istri Dari Segala Tuntutan

Hakim kemudian memerintahkan agar Irfan segera dibebaskan dari tahanan.Hakim pun mempersilakan kepada para pihak yang berperkara itu untuk mengajukan upaya hukum apabila tidak sependapat dengan keputusan yang disampaikan majelis hakim tersebut.

“Memerintahkan terdakwa dibebaskan dari tahanan segera setelah putusan ini, memulihkan hak terdakwa, dalam kemampuan kedudukan serta hak dan martabatnya,” kata hakim.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut agar Irfan dan Endang dihukum penjara selama 12 tahun dan denda sebesar Rp 2 miliar atas perkara penggelapan itu.

Jaksa menyebut Irfan dituntut sesuai dengan Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP tentang penipuan, dan Pasal 3 jo Pasal 10 UU nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Menyikapi vonis bebas dirinya dan istrinya, Irfan mengatakan keputusan hakim tersebut telah memenuhi rasa keadilan.

“Alhamdulillah keputusan dari hakim saya rasa memenuhi rasa keadilan”, kata Irfan Suryanagara kepada Terasjabar.co saat keluar dari Lapas Kebonwaru, Rabu (8/2/2023) malam.

Lebih lanjut Irfan mengatakan, dari awal pihaknya merasa yakin bahwa perkara tersebut tidak mengandung unsur pidana. Bahkan Irfan menduga bahwa perkara tersebut memiliki nuansa politik di dalamnya.

“Dari awal juga saya menyatakan bahwa kasus ini tidak ada unsur pidananya, tetapi saya merasa ada nuansa-nuansa politiknya. Semoga tuhan selalu menjaga saya dan saya yakin tuhan tidak pernah tidur”, pungkasnya.

Keluarnya Irfan dari Lapas Kebonwaru lansung disambut haru kerabat dan keluarganya. Pelepasan Irfan juga disaksikan oleh petugas Kejakasan dan petugas Lapas.

Selepas keluar dari Lapas Kebonwaru, Irfan beserta 2 putranya akan lansung menuju ke Lapas Sukamiskin untuk menjemput sang istri, Endang Kusumawaty.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *