Polisi “Pukul” Polisi
Oleh:
DEDI ASIKIN
Terasjabar.co – Ini bukan pukulan dengan tangan, makanya saya bikin tanda kutip. Ini mah bahasa kiasan, yang bener hanya pukulan dengan ucapan. Tapi jangan salah ucapan kadang lebih menyakitkan, lebih membuat hati pedih bak disayat dengan sembilu.
“Sakitnya tuh disini” kata Yuni sara sambil nunjuk ulu atinya ketika sumbang suara pada pernikahan mantan pacar brondongnya Rafi Ahmad.
Saling pukul polisi disini juga kiasan atau sindiran dari kasus Polisi tembak Polisi yang sedang cuning. Tapi terkesan berlarut larut, melebar kesana kemari tak tentu ujung pangkalnya.
Teman-teman saya melongo kebingungan. Kok pak polisi jadi mendadak kurang pintar ya. Lambat dan membuat publik menjadi kian bingung.
Biasanya para penyelidik dan penyidik itu terampil dan cepat menetapkan tersangka. Dipanggil 2 kali tak nongol dijemput paksa, ditangkap lalu diantar ke pak jaksa. Sebut saja aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat. Sebelumnya juga mengejar dan menangkap wakil ketua KPK Bambang Widjojanto. Bahkan kemudian ketuanya Abraham Samad.
Yang lebih prestisius adalah menangkap dan memenjarakan panglima Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab, juga kemudian Sekjennya Munarman. Tapi kali ini giliran mengusut kasus Polisi tembak Polisi kok lelet ya. Sudah hampir 3 Minggu belum ada kelemengnya, dosa siapa itu.
Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan sesudah (terpaksa); Kapolri membentuk tim khusus, bahkan sampai presiden perintahkan Kapolri mengusut sampai tuntas, terbuka dan akuntabel, masih juga gelap gulita. Bagai gerhana matahari total.
Dalam keadaan carut marut begitu, maka turunlah seorang komisaris jenderal (purnawirawan) polisi bernama Susno Duadji. Ia itu mantan Kabareskrim yang sebelumnya juga mantan Kapolda Jawa Barat Komentarnya terasa memukul teman sendiri.
Kata pak Komjen yang sekarang jadi petani, perkara itu sesungguhnya simpel saja. Perkara itu nyaris jelas dan terang benderang. TKP nya ada saksi dan barang bukti ada, yang diduga pelaku juga ada. Yang boleh dikatakan rumit itu kalau misalnya korban dihanyutkan di sungai tanpa identitas,tak jelas TKPnya .Atau mayat yang dimutilasi. yang hanya ditemukan potongan tubuhnya dalam karung tanpa identitas dll, kasus yang tertutup.
Cuma saja Susno Duadji menyebut ada beberapa kejanggalan yang terjadi pasca kejadian itu.
- Kenapa kejadian Jumat baru diumumkan Senin. Tidak ada kata libur di Bareskrim itu.
- Kenapa yang disita hanya hp korban. Seharusnya hp jendral Ferdi Sambo, istrinya dan ajudan Bharada E juga di sita. HP itu bisa memberi indikasi siapa berbuat apa juga ada dimana saat peristiwa terjadi. Kalau sudah delet kan bisa minta provider untuk membukanya. Bisa itu kata pak Komjen di Chanel ILC YouTube.
- Keberadaan Bharada E juga meragukan. Kenapa ajudan tidak berada disisi boss?
- Decoder CCTV awalnya disebut hilang tetapi kemudian dinyatakan ada.
Sekarang jadi tampak ruwet kerena sudah menyebar kemana-mana dan membuat banyak tanda tanya publik. Sementara itu ahli inteljen dan mantan Kabais (badan intelijen TNI) Laksdya (Pur) Soleman Pontoh juga ikut bicara tentang alibi keberadaan Irjen Ferdi Sambo. Menurut keterangan awal dia sedang tidak ada di TKP. Katanya sedang test PCR.
“Itu gampang tinggal tanya supirnya sedang dimana pak bos pada jam jam kejadian”, katanya.
Mantan Kabais itu juga meragukan kepergian Sambo test PCR dengan datang sendiri.
“Biasanya kalau perwira tinggi bisa memanggil petugas untuk PCR atau pemeriksaan kesehatan ditempat di kantor atau bahkan di rumah. Itu pengalaman saya waktu jadi perwira tinggi dan menjabat Kabais”, cerita Pontoh.
“Jabatan Kadivpropam apalagi tambahnya. Itu jabatan sangat prestisius dan terkesan serem bagi banyak anggota. Apa maunya hanya tinggal ngomong ke staf atau telepon sendiri. Buat alibi kok recehan gitu. Itukan merusak martabat dan menimbulkan banyak pertanyaan tentang kredibilitas polri”, kata Soleman kepada Poskota, 24 Juli 2022.
Pokoknya pak polisi ditunggu hasil kerja yang baik, cepat dan jujur. Jangan melindungi yang salah, siapapun itu.






Leave a Reply