Aceng Roni: Aparat Harus Selektif dan Jangan Refresif Dalam Mengawal Aspirasi Masyarakat

Terasjabar.co – Peristiwa bentrok Polisi vs Mahasiswa 7-8 Oktober 2020 dikampus Unisba Tamansari pasca melakukan aksi demonstrasi penolakan UU Ciptaker di depan Gedung DPRD Jabar ditanggapi serius oleh Aceng Roni, mantan Ketua Umum HMI Cabang Bandung ini .

Mang Aceng Roni begitu ia akrab dipanggil menyayangkan terjadinya peristiwa kekerasan aparat tersebut. Apalagi selesai demo mahasiswa masih dikejar sampai ke kampus yang mengakibatkan rusaknya fasilitas kampus.

Polisi berdalih masuk kampus untuk mencari penyusup dan provokator demonstrasi. Tapi tetap saja tidak lantas aparat bisa sembarangan dan membabi buta masuk kampus melakukan tindakan mengabaikan aturan yang dimiliki oleh kampus.

Menurut mang Aceng Roni yang mantan aktifis reformasi 98, ini negara demokrasi. “Demokrasi menjamin setiap warganegara menyampaikan pendapatnya dan di lindungi oleh undang-undang. Jangan alergi dengan demo, kalau demo dilakukan dengan tertib kenapa tidak”, ujarnya.

Kedua, kata mang Aceng Roni Polisi harus stop bersikap represif dalam menghadapi pendemo. Jangan jadi kebiasaan aksi dihadapi dengan senjata dan kekuatan untuk membubarkan demonstrasi. Apalagi dilakukan di dalam kampus dan merusak fasilitas kampus. Bisa-bisa citra polisi rusak lagi oleh tindakan aparatnya yang seperti itu.

Ketiga, sungguh memalukan masih Ada perilaku polisi yang menyiksa peserta demo bahkan saat mereka terdesak dan dilakukan secara keroyokan tanpa ampun. Tindakan kekerasan termasuk tindakan pemukulan pada satuan pengamanan kampus yang tidak terlibat apapun dalam demo.

Tindakan itu tidak dibenarkan oleh norma hukum apapun, terlebih dilakukan aparat kepada mahasiswa yang sedang menyuarakan aspirasi rakyat.*Ocid Sutarsa

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *