Atasi Lahan Kritis di Jabar, Hj. Lilis Boy Dorong Gerakan Menanam Pohon
Terasjabar.co – Menjaga dan melestarikan alam merupakan tugas kita bersama, namun, beberapa tahun belakang ini, tingkat kritis lahan semakin bertambah. Hal ini tentunya memperihatinkan, sehingga tidak mengherankan sering terjadi bencana alam, baik berupa tanah lonsor dan banjir.
Bertambahnya lahan kritis tentunya tidak terlepas dari ulah segelintir manusia perambak hutan dan pembukaan hutan, sehingga membabat dan merusak lingkungan. Lahan hutan lindung dialih fungsikan menjadi perkebunan dan pertanian, bahkan menjadi perumahan.
Anggota Komisi II DPRD Jabar dari Fraksi Partai Demokrat Hj. Lilis Boy mengatakan, kondisi lakan kritis di Jabar cukup memprihatinkan. Oleh karena itu harus ada aksi nyata dalam mengatasi lahan kritis, yaitu dengan melakukan reboisasi denganberbagai tanaman keras dan tanaman produksi.
Hj. Lilis Boy mendorong kepada Pemprov Jabar melalui Dinas Kehutanan dalam setiap penyusunan anggaran untuk memasukan program gerakan menanam pohon/merehabilitasi lahan dan hutan kritis.
“Selain menggeliatkan gerakan menanam pohon, kita minta juga kepada Kepala daerah (Gubernur, Bupati dan Walikota) agar tidak mudah mengeluarkan ijin untuk alih fungsi lahan”, kata Hj. Lilis kepada Terasjabar.co, Kamis (20/1/2022).
Dikatakan, beberapa hari lalu, Komisi II DPRD Jabar melakukan rapat kerja dengan Cabang Dinas Kehutanan Wlyah IV di Kabupaten Cianjur, terkait program kemitraan ( Lahan Kritis dan Hasil Hutan Non Kayu).
Lebih lanjut legislator dari Dapil Jabar IV (Kab. Cianjur) ini mengatakan, dalam raker tersebut Komisi II mengapresiasi KCD Kehutanan Cianjur yang telah mengembangkan program Agro Forest di lahan-lahan milik pemerintah provinsi Jabar.
“Kami dari Komisi II mengapresiasi KC Kehutanan Cianjur dalam Pengembangan Agro Forest dan bahkan kita mendorong agar ditingkatkan pola kemitraan dengan kelompok petani lokalguna pemanfaatan lahan untuk pertanian”, ujarnya.
Hj. Lilis juga mengatakan, memang tidak mudah membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam membangun ekosistem atau lingkungan yang ramah terhadap kehidupan dan jauh dari bencana.
“Namun, mari kita bersama-sama berkontribiusi ikut berperan aktif menghijaukan dan menanam pohon-pohon keras kehutanan guna mengembalikan fungsi hutan”, pungkasnya.






Leave a Reply