Ketua PW IPHI Jabar Minta Dukungan 19 Pemerintah Kabupaten dan Kota di Jabar Terkait “PERDA HAJI”

Terasjabar.co – Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Jawa Barat (PW IPHI Jabar) H. Ijang Faisal meminta dukungan 19 Pemerintah Kabupaten dan Kota di Jawa Barat yang belum mempunyai “Perda Haji” atau peraturan sejenis terkait fasilitasi yang mesti diberikan pemda sesuai UU haji untuk segera membuat peraturan tersebut.

“Pada kesempatan ini saya mengharapkan dukungan berbagai pihak untuk bersama-sama dengan kementerian agama setempat, PD IPHI Kabupaten/Kota, FKBIHU dan yang lainnya berada dalam satu visi besar untuk mewujudkan penyelenggaran ibadah haji yang tertata secara baik agar para calon jamaah haji yang kita kirimkan ke tanah suci dapat menjaga kemabruran hajinya sehingga berdampak baik terhadap bangsa dan negara kita sebagai penyuplai kuota jamaah haji terbesar di dunia,” kata H. Ijang Faisal di Bekasi.

H. Ijang Faisal menyampaikan hal tersebut dalam acara “Advokasi Penyusunan Peraturan Daerah Tentang Haji Kabupaten Kota” yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Jabar di Nuanza Hotel Bekasi.” Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut anatara lain; Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Dr. TB. H. Ace Hasan Syadzily, M.Si, Dirjen PHU Prof. Hilman Latief, Ph.D, Sekretaris Ditjen PHU H. Subhan Chlolid, Lc, MA., Dr. H. Adib Kepala Kemenag Jabar serta para pejabat terkait lainnya.

“Pemerintah Pusat bersama DPR RI dalam hal ini Kementerian Agama RI dan Komisi VIII DPR RI telah dan sedang berupaya mengemas penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya agar lebih baik dan lebih baik lagi, terlebih menyongsong penyelenggaraan ibadah haji perdana pasca pandemic covid 19. Untuk itu saya berpendapat bahwa pemerintah daerah yang notabene mempunyai hubungan dekat dengan para calon jamaah haji agar dapat segera membuat regulasi yang memudahkan Pemda untuk dapat memfasilitasi para calon jamaah haji tentunya dengan merujuk terhadap UU Haji yang telah menjadi kesepakatan nasional kita terhadap penyelenggaran ibadah haji. Berbagai upaya dan langkah pemerintah pusat dan DPR mestinya direspons cepat oleh pemerintah daerah salah satunya dengan membuat perda haji atau peraturan sejenis agar visi haji mabrur sepanjang hayat bisa terwujud bagi para jamaah haji kita,” tambah Ketua PW IPHI Jabar, H. Ijang Faisal.

Ada 19 dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat yang sampai saat ini belum membuat/ mempunyai Perda haji atau peraturan sejenis terkait fasilitasi penyelenggaran haji di daerahnya masing-masing, ke 19 kabupaten kota itu adalah; Kota Bandung, Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Cirebon, Kabupaten Cianjur, Kab. Bekasi, Kab. Karawang, Kab. Subang, Kab. Purwakarta, Kab. Bandung, Kab. Garut, Kab. Ciamis, Kab. Cirebon, Kab. Majalengka, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Cimahi, Kota Banjar, dan Kab. Pangandaran.

Untuk memuluskan dorongan agar Pemda Kabupaten Kota dapat segera menyusun peraturan daerah tentang haji kabupaten kota, PW IPHI Jawa Barat segera mengintruksikan PD IPHI Kabupaten Kota untuk berkolaborasi dengan Kementerian Agama setempat, FKBIHU dan kelompok lainnya agar bersama-sama melakukan Audiensi atau menyampaikan pendapat kepada Pemda dan DPRD masing-masing terkait pentingnya membuat Perda dimaksud, demikian H. Ijang Faisal menegaskan.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 − thirteen =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam