Kubu Moeldoko Disebut Terbelah 3, Hj. Lilis Boy: Sudahlah Berhenti Saja Menggangu Partai Demokrat
Terasjabar.co – Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Herzaky Mahendra Putra, menyebut penunjukan Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukum kubu Moeldoko tidak satu suara. “Tim KSP Moeldoko terbelah tiga,” kata Herzaky dalam konferensi pers, Minggu, (3/10/2021).
Herzaky mengungkapkan, Jhoni Allen Marbun menghendaki Yosef Badeoda sebagai pengacaranya. Sedangkan Marzuki Alie menginginkan Rusdiansyah. Tetapi, kata Herzaky, Moeldoko akhirnya memutuskan Yusril sebagai kuasa hukumnya.
Menurut Herzaky, tim Moeldoko awalnya mengatur pertemuan rahasia di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, dengan orang yang dipercaya bisa mengatur-atur hukum. Tetapi, rencana tersebut bubar karena Rusdiansyah diduga membocorkan pertemuan tersebut pada pihak lain.
“KSP Moeldoko marah besar mengetahui hal ini,” ujarnya.
Herzaky menilai, melalui penunjukan Yusril, Moeldoko berpeluang diporot miliaran rupiah kembali, setelah sekian miliar telah dikeluarkan untuk menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) yang gagal mendapat pengesahan dari pemerintah.
Terkait hal itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat Hj. Lilis Boy menyarankan agar KSP Moeldoko berhenti menggangu Partai Demokrat dan mengurungkan niatnya untuk mengambil alih Partai Demokrat.
“Sudahlah lebih baik berhenti menggangu Partai Demokrat, hentikan semua ambisi mengambil alih Partai Demokrat, mengakui kesalahan, dan meminta maaf pada seluruh kader dan pengurus Partai Demokrat”, katanya kepada Terasjabar.co, Senin (4/10/2021).
Lebih lanjut Hj. Lilis mengatakan, jika Moeldoko terus melanjutkan ambisinya, maka Moeldoko harus siap-siap kehilangan bukan saja uang, tetapi juga nama baik dan kehormatannya.
“Bukan saja uangnya, tapi juga nama baik dan kehormatannya. Bukan saja kehormatan pribadi, tetapi juga kehormatan keluarganya di mata rakyat Indonesia,” pungkasnya.






Leave a Reply