Jangan Panik, BPBD Jabar Siapkan Mitigasi Bencana di DAS Citarum dan Aplikasi Peringatan Dini

Terasjabar.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat (Jabar) menyiapkan upaya meminimalisir dampak bencana atau mitigasi bencana untuk daerah aliran sungai (DAS) Citarum.

Kepala Pelaksana BPBD Jabar Dani Ramdan mengatakan, untuk di Citarum, mitigasi dibagi menjadi dua yaitu mitigasi struktural dan mitigasi nonstruktural. Mitigasi struktural yaitu yang menyangkut infrastruktur/pembangunan seperti Check DAM, normalisasi sungai, situ, dan embung yang dilaksanakannya oleh BBWS Citarum, contohnya Terowongan Nanjung, dan Floodway Cisangkuy.

“BBWS juga memasang telemetri untuk peringatan dini banjir di beberapa titik. Lalu di Subang ada Waduk Sadawarna, ini pembangunannya sudah 50 persen,” ucapnya, Jumat (11/6/2021).

BPBD sendiri, kata Dani, lebih ke nonstruktural atau mitigasi cara kedua yaitu dengan mengedukasi/sosialisasi kepada masyarakat.

“Biasanya kita lakukan mulai dari individu melalui media sosial, juga membentuk GATANA (Keluarga Tangguh Bencana), lalu ditingkat komunitasnya ada RT RW Siaga dan Desa Tangguh Bencana (Destana)/Kelurahan Tangguh Bencana (Katana),” katanya.

Dalam menghadapi bencana, lanjut Dani, masyarakat tidak perlu panik. Hal itu dapat dilatih dengan melakukan simulasi.

“Sebenarnya kalau panik pada saat bencana itu normal. Namun bagaimana caranya supaya tidak panik? Maka harus terlatih,” ucapnya.

Menurut Dani, hasil survei pada saat kejadian bencana gempa besar di Jepang, ternyata 35 persen faktor keselamatan itu ada pada diri sendiri. Jadi diri sendiri harus punya pengetahuan dan berlatih. Hal itu biasanya bisa mengurangi kepanikan.

“Tapi tidak cukup, karena biasanya ada faktor lain, 32 persen itu faktor keluarga. Jika di rumah ada lansia, balita atau difabel itu harus ditolong dengan latihan. Lalu 27 persennya adalah komunitas. Karena itu yang paling dekat membantu. Maka perlu ada sosialisasi dan edukasi di tingkat RT, RW, sampai desa,” tuturnya.

Diakui dia, dalam sosialisasi mitigasi tersebut bukan hal yang mudah. Terlebih karena Jabar ini luas dengan penduduk yang banyak juga dan itu merupakan tantangan untuk BPBD.

Untuk menjangkaunya, lanjut Dani, pihaknya saat ini melibatkan teknologi informasi dan media sosial agar masyarakat yang tinggal di sekitar DAS Citarum lebih waspada

“Yang pertama dari smartphone. Ada aplikasi yang bisa di download secara gratis namanya “Inarisk”. Itu tinggal didownload, lalu di buka di manapun kita berada, asal GPS-nya nyala itu langsung menginformasikan data kebencanaan di wilayah tersebut,” kata dia.

“Dan tidak hanya itu, juga bisa mendeteksi levelnya, tinggi, sedang, atau rendah. Kalau misalnya tinggi, di situ ada panduannya, apa yang harus dilakukan sebelum, ketika, dan setelah bencana menimpa kita. Tidak hanya peringatan, tapi juga paket komplit tentang panduannya,” tambahnya.

Aplikasi lainnya untuk masyarakat di DAS Citarum, kata dia, ada aplikasi “Info BMKG”.

“Itu kalau dibuka, lalu cari nama provinsi, nama kabupaten, nama kecamatan, di situ perkiraan cuaca mulai dari hujan, angin, kelembapan, atau tinggi gelombang, itu ada sampai enam hari ke depan, per tiga jam. Tingkat akurasinya 90 persen,” ucapnya.

Menurut Dani, kedua aplikasi tersebut penting, di samping cara sederhana.

“Di Citarum sekarang ada komunitas, seperti di Baleendah ada namanya Jaga Bale. Itu mereka membentuk WA grup dan men-share telemetri (ketinggian air di hulu). Kalau misalnya sudah naik, kira-kira satu jam berikutnya ada kenaikan berapa itu sudah bisa diperkirakan,” katanya.

“Sampai ke hilir Bekasi juga ada komunitas-komunitas relawan yang menyediakan informasi tersebut melalui WA grup. Nanti masyarakat bisa menyebarluaskannya dengan kentongan, speaker mesjid, dan lainnya,” imbuhnya.

Dani menambahkan, sosialisasi kebencanaan rutin dilakukan oleh BPBD Jabar. Namun selama pandemi ini pihaknya lebih banyak melalui daring/webinar.

“Kita bekerja sama dengan BMH Bandung Mitigasi Hub setiap Senin-Jumat jam 11.00 ada diskusi mengenai berbagai isu-isu, topik-topik kebencanaan. Tinggal buka instagram BMH (Bandung Mitigasi Hub) atau BPBD Jabar nanti akan kita informasikan,” kata dia.

Tak kalah penting, Dani terus mengingatkan potensi bencana di DAS Citarum. “Ingatlah ada ibu-ibu pakai kebaya, duduk di kursi memakai kain sulam.” Kebaya itu apa? Kenali bahayanya. Duduk di kursi, kursi itu apa? Kurangi risikonya. Lalu kain sulam, siap untuk selamanya. Kenali bahayanya, kurangi risikonya, siap untuk selamat,” tegas Dani.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 − 1 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam