Debat Perdana Pilbup Bandung Digelar Terbatas, Tanpa Yel-yel Pendukung Calon

Terasjabar.co – Debat perdana Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung digelar secara terbatas di di Kopo Square, Margahayu, Kabupaten Bandung. Debat hanya dihadiri setiap pasangan calon, KPU, Bawaslu dan sejumlah pendamping setiap pasangan.

Dalam debat paslon kali ini, ketiga pasangan tampil lengkap. Debat berlangsung sepi tidak seperti debat biasanya, yang selalu diramaikan dengan yel-yel para pendukung.

Pasangan nomor satu Nia Kurnia dan Usman Sayogi merupakan pasangan yang diusung oleh Partai Golkar dan Partai Gerindra. Mereka tampak tampil serasi dengan mengenakan pakaian serba putih. Nia mengenakan baju outer berwarna putih dan disandingkan dengan kerudung berwarna hijau. Sedangkan Usman mengenakan baju kemeja putih dan dilengkapi dengan kopiah.

Ada pun pasangan nomor urut dua, Yena Masoem dan Atep tampak mengenakan pakaian khas partai pengusung mereka, yakni Partai PDIP dan PAN. Yena mengenakan blazer berwarna merah sedangkan Atep menggunakan kemeja berwana biru.

Selain itu, pasangan terakhir atau pasnagan nomor urut 3 adalah Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan. Keduanya pakaian kompak yang mana mengenakan baju hijau muda dan celana krem.

Pada Sabtu (31/10/2020) pukul 14.30 WIB debat dibuka langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Bandung Agus Baroya. Tema debat kali ini adalah “Peningkatan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat”.

Ketiga paslon diberikan kesempatan untuk memaparkan visi misi mereka masing-masing. Paslon Nia – Usman mengatakan akan melanjutkan keberhasilan pemerintahan sebelumnya yang dinilai telah cukup baik dalam peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

“Terkait dengan tema debat kali ini, terkait peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan rakyat, seperti yang kita ketahui bersama, bahkan kabupaten bandung sudah mencapai tingkat kesejhateraan cukup baik dengan capaian IPM 72,41 poin bahkan di atas rata rata provinsi,” ujar Nia mengawali sesi tersebut.

“Maka dari itu untuk melanjutkan keberhasilan yang dimaksud Teh Nia dan Kang Usman hadir melalui visi misi Kabupaten Bandung yang unggul melalui gerakan sabilulungan, tata kelola pembangunan yang baik, sinergi pembangunan pedesaan dan urban, berlandaskan religius, unggul dan berwawasan lingkungan,” paparnya.

Dilanjutkan oleh pasangan kedua, Yena – Atep. Yena mengatakan, peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat menjadi keharusan dan kewajiban seorang pemimpin untuk mewujudkan hal tersebut.

“Kami hadir untuk membuat perubahan yang dahsyat. Kami ingin mewujudkan Kabupaten Bandung yang amanah, mandiri, sejahtera dan berkepribadian. Dengan semangat gotong royong berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Berbhineka Tunggal Ika,” ujar Yena.

“Tema debat kali ini adalah peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Pelayanan yang ekselen dan prima merupakan harapan masyarakat dan merupakan suatu keharusan. Kesejahteraan masyarakat yang didambakan masyarakat Kabupaten Bandung merupakan suatu kewajiban harus diperjuangkan oleh seorang pemimpin,” paparnya.

Terakhir dari paslon ketiga, Dadang – Sahrul. Dadang mengatakan, dirinya memiliki sejumlah terobosan aksi yang akan dilakukan dalam lima tahun ke depan.

“Kami memiiki visi misi terbentuknya Kabupaten Bandung Bedas. Bedas memiliki tiga arti yang pertama Bedas kata bahasa sunda , kuat dan gede (besar) tenaga, Bedas berdasarkan pasangan, besama Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan, Bedas berdasarkan akronim, Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera,” ujarnya.

“Dilengkapi dengan lima misi, 9 bidang dan 7 rencana aksi tentunya pasangan Bedas dalam lima tahun ke depan akan melakukan terobosan-terobosan, perubahan di Kabupaten Bandung,” paparnya.

Bagikan :

Leave a Reply

One thought on “Debat Perdana Pilbup Bandung Digelar Terbatas, Tanpa Yel-yel Pendukung Calon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *