Harga Masker Melonjak, Ridwan Kamil: Utamakan Orang Sakit

Terasjabar.co – Dalam beberapa hari terakhir, harga masker di pasaran, terutama marketplace online melonjak naik. Kenaikan harga tersebut juga berlaku di sejumlah toko dan apotek selepas pengumuman resmi bahwa dua warga Indonesia di Depok terinfeksi virus corona.

Setidaknya sejak Minggu (1/2/2020), para pelapak di sejumlah marketplace online menjual masker bedah, masker anti debu hingga masker N95 dengan harga berkali-kali lipat dari harga normal.

Satu dus masker bedah dan anti debu standar rata-rata dijual mulai dari Rp. 250.000 hingga Rp. 350.000 per-kotak. Terdapat pula pelapak yang menjual masker eceran. Harga masker bedah dan anti debu dijual mulai dari Rp. 15.000 per dua buah.

Normalnya, harga masker tersebut di pasaran adalah sekitar Rp. 9.000 untuk 5 buah. Sejumlah toko dan apotek di Kota Bandung juga mengalami penipisan stok masker. Stok yang masih ada di beberapa tempat dijual dengan harga berkali-kali lipat, sementara beberapa tempat memberi batasan kuota pembelian bagi konsumen.

Pada Senin (2/2/2020) malam, salah satu apotek di bilangan Jalan Braga kehabisan stok masker bedah dan anti debu. Mereka hanya menjual masker N95 dengan harga satuan mencapai Rp. 70.000. Satu kotak masker tersebut yang berisi 20 pcs dijual seharga Rp. 1.500.000.

Terkait hal itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta warganya untuk tidak panik membeli masker. Sehingga, stok di pasaran tidak menipis dan harga tidak melambung yang berpotensi menyulitkan pasokan bagi pihak-pihak yang sangat membutuhkannya.

“Jangan sampai orang sakit butuh, ternyata habis dibeli oleh orang-orang sehat yang tidak memerlukan masker. Saya imbau warga Depok untuk tetap tenang dan memberikan kesempatan kepada yang membutuhkan,” ungkapnya di Depok, Senin (2/3/2020).

Emil menyatakan, pihaknya juga menindak tegas oknum-oknum yang memanfaatkan isu Covid-19 dengan menimbun masker dan menjualnya dengan harga tinggi. Selain itu, dia juga meminta warga Jabar untuk tidak panik dalam membeli sembako. Sebab, suplai dan permintaan sembako di Jabar masih normal.

Dalam edaran resminya terkait tindak preventif penyebaran Covid-19, World Health Organization (WHO) juga menyebutkan bahwa masker hanya perlu digunakan oleh orang sehat apabila orang tersebut tengah merawat orang yang diduga mengidap Covid-19.

Sementara, orang yang mengalami batuk dan bersin seharusnya menggunakan masker. Masker pun disebut hanya efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19 apabila dibarengi dengan kebiasaan rajin mencuci tangan dengan air dan sabun atau cairan pencuci tangan berbahan dasar alkohol.

Pengguna masker pun harus memahami cara penggunaan dan pembuangan masker yang baik dan benar.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − five =