512 Narapidana Di Jawa Barat Dapat Remisi Natal 2019

Terasjabar.co – Kanwil Kemenkumham Jawa Barat memberikan remisi Natal kepada 512 warga binaan yang disetujui Menteri Hukum dan HAM. Narapidana tersebut berasal dari rutan dan lapas yang ada di seluruh Jawa Barat.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jabar Abdul Aris menjelaskan, dasar hukum Pemberian Remisi yakni Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.

“Ada juga aturan tentang remisi yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 99 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nmor 28 Tahun 2006 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan,” katanya, Selasa (24/12/2019) di Rutan Bandung.

Pemberian remisi hari raya keagamaan juga sesuai keputusan Presiden Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi.

“Dari peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat juga tertuang soal remisi hari raya keagamaan,” katanya.

Keputusan remisi kepada 512 warga binaan di Jabar dikuatkan oleh Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS-PK.01.01.02-1212 tanggal 17 Oktober 2019 hal Pelaksanaan Pemberian Remisi Khusus Hari Raya Natal Tahun 2019 Kepada Narapidana dan Anak Pidana.

Bagi narapidana yang berhak untuk memperoleh remisi, yakni berkelakuan baik dalam kurun waktu remisi berjalan.

“Untuk tindak pidana umum harus telah menjalani pidana minimal 6 (enam) bulan, dihitung sejak tanggal penahanan sampai hari raya Natal tahun 2019,” ujarnya.

Sementara untuk napi tindak pidana terkait PP 99 tahun 2012 pasal 34A tetap harus menjalani pidana minimal 6 bulan dengan melampirkan syarat-syarat sesuai ketentuan.

Besaran remisi kepada narapidana yakni, mereka yang telah menjalani masa kurungan 6 sampai 12 bulan, beroleh remisi 15 hari.

“Narapidana yang telah menjalani 12 bulan atau lebih pada tahun pertama, beroleh remisi 1 bulan, tahun Kedua beroleh remisi 1 bulan, tahun ketiga beroleh remisi 1 bulan, serta tahun keempat beroleh remisi 1 bulan 15 hari. Untuk tahun kelima beroleh remisi 1 bulan 15 hari. Tahun keenam dan seterusnya beroleh remisi 2 bulan,” katanya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *