Hari Sumpah Pemuda, Ridwan Kamil Kenalkan Bos Parfum dan Dodol

Terasjabar.co – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ternyata tidak hanya mampu menjadi pemimpin yang penuh dengan inovasi. Dia juga piawai memandu sebuah talk show.

Dalam acara ‘Youth Innovation Summit’, RK sapaan akrab Ridwan, diberi kepercayaan untuk memandu sebuah diskusi. Hadir sebagai pembicara dalam diskusi tersebut tiga pengusaha muda asal Jabar.

Mereka ialah pengusaha bidang properti, Abdul Madjid Alzindani, pengusaha parfum, Tubagus Wijaya, dan pebisnis dodol Garut yaitu CEO Chocodot Kiki Gumelar. Ketiganya hadir menjadi pembicara sekaligus untuk memberi inspirasi kepada sejumlah pelajar yang hadir dalam acara tersebut.

Dalam bincang santai itu, RK mengajak para pemuda yang hadir di ‘Youth Innovation Summit’ untuk bisa meniru langkah sukses para pelaku usaha tersebut. Jangan sampai waktu muda dilakukan dengan hal yang sia-sia.

“Kita contoh ketiga pemuda jadi pemimpin di bidang masing-masing, dan adik-adik bisa menyusul,” ucap RK dalam acara tersebut di gedung Youth Center, Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (28/10/2019).

Suasana semakin meriah saat RK membagikan sepeda kepada pelajar. Sebanyak 10 dibagikan kepada para pelajar yang mampu menjawab pertanyaan yang diberikan.

Sepeda pertama diberikan dengan mengajukan pertanyaan untuk menyebut 15 daerah yang ada di Jawa Barat. Sepeda kedua kemudian diberikan kepada pelajar yang mampu menyebutkan 15 provinsi yang ada di Indonesia.

Kemudian, RK memanggil dua pelajar lainnya yang memiliki kemampuan push-up sebanyak 50 kali. Kali ini dua orang berhasil menaklukkan tantangan tersebut.

Terakhir, ia memberikan masing-masing sepeda kepada mahasiswa dan pelajar yang bisa bernyanyi lagu bahasa Sunda. “Jadi tadi kita berikan pada pelajar yang cerdas, kuat, dan berbudaya,” kata RK.

Sementara itu, salah seorang pembicara Abdul Madjid Alzindari mengingatkan, para pemuda untuk lebih produktif. Selalu berusaha mengejar impian sesuai dengan yang dicita-citakan.

Seperti saat Abdul duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Saat itu ia berkeinginan memiliki sebuah mobil, namun tidak ingin meminta kepada orang tuanya.

Dia akhirnya berjuang mencari pendapatan sendiri melalui bisnis properti yang dibangunnya. Sebanyak 67 kali ia menawarkan proposal bisnisnya itu kepada para investor.

Namun berkat kegigihannya, upaya ke-68 itu berbuah hasil. Proposal bisnisnya mendapat respons dan berhasil mendapat pendanaan untuk membangun dua rumah di daerah Baleendah.

“Untuk pemuda harus lebih banyak produktif, no drama,” pesan Abdul kepada para pelajar yang hadir.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *