Berikut Deretan Program Dalam Satu Tahun Kepemimpinan Rindu

Terasjabar.co – Dalam satu tahun masa kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah meluncurkan sejumlah inovasi baru.

Seperti apa catatan program dalam satu tahun Ridwan Kamil-Uu? Berikut daftar program satu tahun Pemprov Jabar yang dihimpun Terasjabar.co:

1. Jabar Quick Response (Jabar QR)

Gubernur Ridwan Kamil secara resmi meluncurkan program pertamanya, Jabar Quick Response (JQR) di Gedung Sate, Selasa (18/9/2018).

Jabar QR adalah kanal aduan kemanusiaan bagi masyarakat Jawa Barat yang bisa memberikan solusi atau pertolongan pertama bagi permasalahan yang bersifat kemanusiaan dan darurat.

2. Satu Desa Satu Hafidz (Sadesha)

Gubernur Ridwan Kamil resmi me-launching program Satu Desa Satu Hafidz, di Pondok Pesantren Alquran Al-Falah Nagreg, Kabupaten Bandung, Jumat (9/11/2018).

Program Sadesha adalah cikal bakal dari mimpi besar mewujudkan visi misi Jabar juara lahir batin.

Targetnya dalam 5 tahun ke depan setiap desa di seluruh Jabar memiliki minimal satu hafidz dan selanjutnya berkembang lahir hafidz-hafidz berikutnya.

3. Layad Rawat dan Public Safety Center (PSC) 119

Gubernur Ridwan Kamil secara resmi melaunching program Layad Rawat dengan Public Safety Center (PSC) 119 di Kota Cirebon, Rabu (14/11/2018).

Program Layad Rawat adalah satu bentuk upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bidang kesehatan dengan menghadirkan layanan yang promotif dengan menghadirkan pelayanan pemerintah kepada warga langsung di rumah mereka.

4. Ngabring ka Sakola (Ngabaso)

Gubernur Ridwan Kamil meluncurkan program itu di Hotel Mason Pine Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (22/11/2018).

Program Ngabaso adalah gerakan berjalan kaki ke sekolah secara berkelompok agar tercipta rasa aman dan selamat bagi anak, saat pergi ke sekolah dan pulang ke rumah.

Program ini merupakan perwujudan keseriusan Pemprov Jabar terhadap hak anak, yaitu hak hidup, hak perlindungan, dan hak tumbuh kembang.

5. Jabar Masagi

Gubernur Ridwan Kamil secara resmi meluncurkan konsep baru untuk pendidikan karakter yang dinamai Jabar Masagi di Gedung Negara, Kota Cirebon, Rabu (5/12/2018).

Jabar Masagi merupakan konsep yang diadopsi dari Bandung Masagi, gagasan Ridwan Kamil sewaktu menjabat sebagai Wali Kota Bandung.

“Program Jabar Masagi ini terdiri dari empat nilai, surti, harti, bukti, dan bakti. Itu dari filosofi Sunda yang cinta agama, bela negara, jaga budaya dan cinta lingkungan. Jadi pintar saja tidak cukup. Dan ini menjadi tantangan dalam mempersiapkan SDM Jawa Barat yang unggul di mata dunia,” kata Emil.

6. Jabar Saber Hoaks

Gubernur Ridwan Kamil meluncurkan tim Jabar Sapu Bersih (Saber) Hoaks di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (7/12/2018).

Tim di bawah naungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemprov Jabar itu bertugas untuk memverifikasi segala bentuk informasi yang meresahkan masyarakat, khususnya di ranah digital.

“Pemdaprov membentuk Jabar Saber Hoaks, karena adanya dinamika pembangunan hari ini. Tidak ada tupoksi di struktur formal, tapi ada kebutuhan, maka dalam teori Government 3.0, kuncinya adalah memenuhi kebutuhan masyarakat,” ucap Emil.

7. Desa Digital

Gubernur Ridwan Kamil meluncurkan program Desa Digital di Desa Puntang Kecamatan Losarang, Indramayu, Senin (10/12/2018).

Desa Digital merupakan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet dalam pengembangan potensi desa, pemasaran, dan percepatan akses serta pelayanan informasi.

Ada 600 wifi terpasang, lokasi pemasangan dominan di desa-desa blank spot atau desa tidak memiliki koneksi internet sama sekali. Jika koneksi internet desa baik, program lainnya yang berkaitan dengan layanan publik dan arus informasi, seperti Sapa Warga, dapat terealisasi.

Di sektor perikanan, 1.039 kolam yang menggunakan teknologi smart auto feeder. Lewat teknologi itu, memberi pakan ikan bisa menggunaka gawai. Hal tersebut membuat panen bisa naik dari dua menjadi empat kali dalam setahun. Persentase pendapatan pun melonjak sekira 30 sampai 100 persen. Dengan koneksi internet yang lancar, pemasaran ikan pun dapat dilakukan secara online.

8. One Pesantren One Product

Gubernur Ridwal Kamil meluncurkan Program One Pesantren One Product (OPOP), bertempat di Pondok Pesantren Al Ittifaq Kampung Ciburial Desa Alam Endah, Rancabali, Kabupaten Bandung, pada Rabu, (12/12/2018).

Menurut Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, pesantren di Jawa Barat kerap didera masalah finansial. Saat kiai di salah satu pesantren meninggal dunia, jumlah santri dan pemasukan kerap menyusut. Lambat laun, pesantren tersebut akan redup dan hilang. Padahal, pesantren menjadi salah satu aset negara dalam mencetak generasi muda yang unggul.

“Maka, solusinya adalah kami membuat program untuk mendukung bidang ekonomi di Pondok Pesantren agar Pondok Pesantren hebat dan tetap ada,” kata Uu.

9. Maghrib Mengaji

Gubernur Ridwan Kamil meluncurkan Program Maghrib Mengaji, di Masjid Agung Kota Sukabumi, Kamis (13/12/2018).

Program ini merupakan bagian dari 10 program keumatan Jawa Barat yang telah dibahas Ridwan Kamil dengan para kiai dan ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat.

10. Desa Juara

Saat ini, ada tiga problem krusial desa di Jawa Barat. Pertama, ketimpangan angka kemiskinan dan digitalisasi pedesaan dengan perkotaan tinggi. Kemudian, Indeks Desa Membangun di Jawa Barat masih rendah. Dari 5.312 desa, hanya 37 desa yang berstatus desa mandiri pada 2018. Problem terakhir berkaitan dengan sistem keuangan desa yang belum maksimal.

Berangkat dari tiga problem tersebut, Pemdaprov Jawa Barat melahirkan inovasi bernama Desa Juara yang memiliki tiga pilar, yakni digitalisasi layanan desa, One Village One Company (OVOC), dan Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa).

Dari tiga pilar tersebut turun sederet program, seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Jembatan Gantung Desa (Jantung Desa), Jalan Mulus Desa, Sapa Warga, dan banyak program lainnya. Intinya, program-program itu dirancang untuk menyelesaikan tiga problem krusial pedesaan.

11. Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa)

Pembangunan infrastruktur pun gencar dilakukan di desa, seperti Jantung Desa. Pada 2019, DPM-Desa Jawa Barat akan membangun 23 Jantung Desa yang tersebar di beberapa Kabupaten. Jantung Desa dibangun untuk mempermudah akses sekolah dan memperbaiki konektivitas antar desa.

Pemdprov Jawa Barat pun telah meluncurkan Mobil Aspirasi Kampung Juara (Maskara). Mobil yang akan disebar ke 126 desa itu dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan masyarakat desa. Misalnya, mengangkut hasil pertanian atau perkebunan. Selain itu, Maskara bisa memutar film karena dilengkapi dengan layar besar.

“Kami berharap orang desa bisa tetap tinggal di desa namun dengan rezeki kota. Untuk itu kami menghadirkan berbagai inovasi seperti penyediaan internet untuk membantu peningkatan kehidupan masyarakat desa. Internet ini bukan dipakai untuk medsos saja, namun untuk pemasaran produk,” kata Emil.

12. One Village One Company (OVOC)

Selama satu tahun kepemimpinan Emil-Uu, banyak program yang sudah terealisasi. Terkait OVOC, sudah ada 596 BUMDes yang aktif kembali, 272 BUMDes baru terbentuk, dan 746 BUMDes yang akan dibentuk oleh Patriot Desa pada 2019.

Kehadiran BUMDes tidak hanya diharapkan membuat roda ekonomi desa berputar semakin cepat, tetapi juga potensi desa dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat.

13. Jabar Innovation Fellowship (JIF)

Atensi Pemdaprov Jawa Barat di bawah kepemimpinan Emil-Uu tertuju juga kepada generasi muda, generasi cikal bakal pemimpin Indonesia. Sejumlah program diluncurkan guna mengeluarkan potensi dan meningkatkan kualitas generasi tersebut, seperti Jabar Innovation Fellowship (JIF).

Emil juga berharap JIF bisa menjadi tempat pendidikan terbaik untuk mempersiapkan dan mengasah generasi muda menjadi inovator yang kompeten dan profesional pada masa mendatang.

“Jadilah inisiator, jadilah akselerator,” katanya.

14. Kolecer dan Candil

Pemprov Jabar juga meluncurkan sejumlah program guna meningkatkan kualitas SDM, terutama generasi muda, seperti Kolecer (Kotak Literasi Cerdas), Candil (Maca Dina Digital Library).

Dua program tersebut diluncurkan karena minat baca orang Indonesia, termasuk Jawa Barat tergolong rendah. Berdasarkan hasil survei, masyarakat Indonesia lebih senang menghabiskan waktu dengan berselancar di ruang cyber.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *