Soal TKA, Dewan Minta Pemerintah Perhatikan Pengangguran di Jabar
Terasjabar.co – DPRD Provinsi Jawa Barat meminta agar pemerintah dapat terbuka soal jumlah pengangguran di Jawa Barat. Hal ini menyusul kebijakan pemerintah yang mengizinkan Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk bekerja di Jawa Barat.
“Sesungguhnya kalau mau fair silahkan buka angka jumlah pengangguran di Jabar, kan cukup tinggi. Kalau angkanya masih ada, artinya warga Jabar artinya anak bangsa di Jabar masih butuh pekerjanan. Kenapa sih ngotot amat kita ambil dari luar (luar negeri), sementara anak kita sendiri masih nganggur. Kecuali memang ada keahlian sangat-sangat spesifik,” ungkap Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jabar, Daddy Rohanady, Jumat (14/6/2019).
Selain itu, menurut Daddy, yang banyak dikeluhkan saat ini, para TKA tersebut tidak memiliki kemampuan bahasa yang cukup. Sehingga sangat dimungkinkan untuk terjadi miss komunikasi dengan pekerja Indonesia. Padahal semestinya mereka yang akan bekerja di luar negeri memiliki kemampuan bahasa yang cukup.
“Keluhan berikutnya soal tenaga China ini tidak bisa bahasa indonesia. Mestinya mereka yang mau berangkat ke Indonesia, juga punya kemampuan komunikasi. Jadi tidak kemudian disini menjadi bermusuhan karena ditanya aja dia gak bisa jawab, kan repot buat kita,” jelasnya.
“Ya tidak salah juga orang berprasangka buruk kalau yang ada adalah situasi yang buruk. Kalau situasinya baik-baik saja gak mungkin berprasangka buruk. Komunikasi bagus aja berprasangka buruk, apalagi yang jelas-jelas komunikasinya buruk,” sambungnya.
Adapun saat ini, kata Daddy, DPRD Jabar sendiri tidak dapat berbuat banyak. Mereka hanya dapat mengawasi soal TKA ini di masing-masing dapilnya saja.
Adapun terkait migrasi tenaga asing China di Jawa Barat, Daddy berharap jumlahnya tidak terlalu banyak, dimana hal tersebut yang menjadi kekhawatiran masyarakat.
“Mudah-mudahan bukan tentara yang dikirim jumlahnya, juga tidak banyak ini kan jumlah itu yang dikhawatirkan,” tandasnya.






Leave a Reply