Kekuatan Politik Jabar Berubah, Kelima Partai Ini Akan Duduki Kursi Pimpinan Dewan
Terasjabar.co – Kekuatan politik di Jawa Barat berubah pasca pemilihan legislatif 2019. Sang penguasa parlemen lama, PDI-P terjungkal lantaran suara dan perolehan kursinya turun.
Hal itu terlihat dari hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat yang merilis raihan suara partai calon legislatif DPRD Provinsi Jawa Barat pemilu 2019.
PDI-P yang sebelumnya merupakan pemenang Pemilu 2014, terhempas oleh Gerindra dan juga oleh PKS yang saat ini menjadi urutan kedua.
Gerindra mendapatkan sebanyak 4.182.896 suara, kemudian PKS yang berada di posisi kedua mendapatkan 3.529.869 suara, sedangkan PDIP mendapatkan 3.519.559 suara.
Kemudian, partai Golkar harus puas berada diposisi ke empat dengan jumlah 2.933.982 suara, turun dua peringkat dari pemilu 2014. Sedangkan PKB, yang melejit dibanding dengan pemilu periode lalu dengan mendapatkan suara 1.893.303.
Selanjutnya, partai Demokrat berada diurutan keeman dengan raihan suara 1.784.417. Partai berlambang mercy tersebut harus merelakan kursi unsur pimpinan DPRD provinsi Jawa Barat di periode 2019-2024.
Sementara itu, diurutan selanjutnya ada PAN 1.352.742 suara, PPP 1.124.578 suara, Nasdem 1.040.625 suara dan Perindo 671.781 suara.
Berikut adalah sepuluh partai yang diprediksi akan menduduki kursi DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2019-2024 dengan jumlah kuota kursi bertambah menjadi 120 kursi dari sebelumnya hanya 100 kursi.
Sedangkan partai yang diprediksi tidak lolos untuk melaju ke DPRD Provinsi yaitu, Berkarya 562.820 suara, PSI 391.666 suara, Hanura 296.825 Hanura, PBB 278.818 dan diurutan terakhir adalah PKPI: 48.781 suara.
Kemudian dari data yang dirilis oleh KPU Jawa Barat partisipasi masyarakat terhadap pemilihan anggota legislatif DPRD Provinsi sebanyak 79.12% dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 33.276.905 dengan jumlah pengguna hak pilih sebanyak 27.385.275.
Dengan raihan suara terbanyak partai Gerindra dipastikan menduduki kursi ketua DPRD provinsi Jawa Barat. Namun, hingga saat ini belum ada bocoran siapa yang akan menjadi ketua DPRD Jawa Barat dari Gerindra untuk periode 2019-2024 mendatang.
Wakil ketua DPD Gerindra Jawa Barat, Syahrir mengatakan, bahwa kursi pimpinan DPRD akan ditentukan oleh ketua umum Gerindra. Menurutnya, saat ini pihaknya menunggu tahapan-tahapan pemilu yang masih berlangsung.
“Ya kita tunggu saja nanti karena itu keputusan ketua umum, sekarangkan masih dalam tahapan pemilu,” kata Syahrir beberapa waktu yang lalu.
Sementara itu, PKS yang juga di prediksi akan mendapatkan kembali kursi unsur pimpinan mengatakan, bahwa kemungkinan yang akan mengisi nanti kursi wakil ketua DPRD yaitu anggota legislatif yang sudah senior dan berpengalaman.
“Alhamdulillah kita dapat kembali unsur pimpinan siapa yang akan jadi wakil ketua banyak kader yang sudah berpengalaman dan senior,” kata wakil ketua DPW PKS Jawa Barat, Haru Suandharu.
Sedangkan PKB mencetak sejarah baru berada diurutan ke lima dan diprediksi mendapatkan jatah kursi wakil ketua.
Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda memastikan, partai akan mendapatkan jatah wakil ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, dirinya juga sudah mengantungi nama, siapa yang akan dipasang menjadi wali ketia DPRD.
“Kita sudah siapkan nama untuk wakil ketua nanti, kan yang sekarang lolos ada ketua fraksi PKB dan juga ada sekretaris DPW,” ujar Huda.
Huda menambahkan, jika PKB diprediksi akan mendapatkan 12 kursi DPRD Provinsi Jawa Barat, dengan kekuatan tersebut PKB juga mengincar alat kelengkapan dewan (AKD) yaitu ketua komisi V bidang kesejahteraan rakyat.
“Kami harap untuk AKD bisa jadi ketua Komisi V, karena kami akan memperjuangkan pendidikan agama,” tandasnya.






Leave a Reply