Ridwan Kamil Sudah Kantongi Tiga Nama Calon Kadinkes Jabar
Terasjabar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah mengantongi tiga nama calon Kepala Dinas Kesehatan Jabar. Ketiga nama tersebut yaitu Berli Hamdani Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya Kalimatan Barat, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Jabar dr. Marion Siagian, dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Jabar dr. Sri Sudartini.
“Minggu depan akan diumumkan, jadi satu kandidat dari luar dan dua dari internal,” ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (8/4/2019).
Untuk diketahui, seleksi kepala dinas kesehatan Jabar ini mengalami penundaan karena jumlah peminat tidak memenuhi kuota.
Senada dengan Ridan Kamil, Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa mengatakan, gubernur telah menetapkan tiga nama tersebut yang posisinya saat ini tengah diusulkan pada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
“Tinggal nunggu hasil rekomendasi dari KASN, nanti gubernur akan mengumumkan,” ujar dia.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjuk setidaknya sepuluh orang dokter di lingkungan pemerintah Provinsi Jabar untuk mengikuti seleksi terbuka Kepala Dinas Kesehatan yang hingga saat ini posisinya masih kosong.
Pasalnya, hingga saat ini jumlah peminat untuk mengisi jabatan tinggi pratama di dinas tersebut masih minim atau jauh dari kuota seleksi yang dibutuhkan, sehingga langkah penunjukan langsung tersebut harus ditempuh.
Iwa Karniwa menuturkan, seleksi kepala dinas kesehatan ini sangat ditunggu karena selama ini masih dipimpin oleh Plt, Dodo Suhendar yang juga sebagai Kepala Dinas Sosial.
“Kami sudah buka kembali pendaftaran seleksi Kepala Dinas Kesehatan Jabar karena Pak Dodo itu capek juga, megang dua dinas raksasa. Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial, dimana dua-duanya aktivitasnya enggak ada hari tanpa tanpa aktivitas ya, ya bencana alam dan lain sebagainya. Saya harapannya ada peserta yang daftar, saya juga agak heran kenapa enggak ada peserta. Sekarang sudah dibuka bahkan udah ada perintah harus ikut dari pimpinan kita (gubernur),” ujar dia.
Untuk diketahui, posisi Kepala Dinas Kesehatan Jabar merupakan satu-satunya posisi yang belum tuntas seleksinya hingga saat ini. Sementara 14 pejabat esselon 2 Pemprov Jabar sudah lebih dulu dilantik oleh Gubernur Jabar pada awal Maret lalu.
Diakui dia, pihaknya telah menyurati beberapa orang yang prospektif untuk mengikuti seleksi tersebut hingga ke kota dan kabupaten di Jabar.
“Ada kadinkes yang besar itu harus ikut. Supaya dia juga punya pemahaman dari kabupaten dan akan lebih memahami juga untuk permasalahan dinas kesehatan,” ucap dia.
Terkait jumlanya, Iwa memang belum bisa memastikan. Dia mengakui setidaknya ada 10 orang yang diminta untuk mendaftar dalam seleksi tersebut. “Kita lihat nanti hasilnya berapa orang pokoknya kita jangan sampai enggak ada yang daftar lagi,” kata dia.
Iwa pun berharap dari luar provinsi Jabar pun ada yang mendaftar untuk posisi tersebut karena seleksi tersebut seleksi terbuka. Nantinya jika hingga akhir pendaftaran pada 18 Maret mendatang, peserta akan digabungkan dengan satu pendaftar pada periode sebelumnya.
“Satu pendaftar kemarin tetap dimasukkan. Kemarin selesi dinas kesehatan meleset karena yang daftar cuma 1 orang, enggak ada pesaing,”ujar dia.
Ditegaskan Iwa, salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk bisa mendaftar pada posisi tersebut harus seorang dokter. Bahkan pendidikannya sudah S2.






Leave a Reply