Sekda Berharap Ada Infrastruktur Perhubungan Jabar yang Terwujud Hingga 2023
Terasjabar.co – Pembangunan infrastruktur perhubungan di Jawa Barat harus ada yang diwujudkan dalam tahapan pembangunan tahun 2018-2023.
Pasalnya, peningkatan penyediaan layanan khususnya bidang perhubungan baik angkutan orang maupun barang, merupakan salah satu layanan publik yang sejalan dengan visi dan misi pemerintah saat ini.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa dalam pembukaan forum OPD Dinas Perhubungan Jabar di Harris Hotel, Jalan Peta, Kota Bandung, Kamis (21/3/2019).
Iwa menyebutkan, pembangunan infrastuktrur yang harus terwujud hingga 2023 mendatang di antaranya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), yang terus didorong untuk dapat melayani jemaah haji dari Jawa Barat.
Yang kedua, pembangunan dan pengembangan bandara di wilayah selatan Jabar untuk mendukung pariwisata, yaitu pengembangan Bandara Nusawiru untuk mendukung wisata Pangandaran dan pembangunan Bandara Cikembar di Kabupaten Sukabumi untuk membuka konektivitas melalui transportasi udara dengan wisata Geopark Ciletuh.
“Selanjutnya, rencana pembangunan pelabuhan Patimban sebagai pelabuhan utama di Subang harus diwujudkan untuk membuka pintu gerbang dari dan menuju Jawa Barat melalui transportasi laut, serta pelabuhan pengumpan regional di Jabar yaitu pelabuhan Palabuhanratu, Pelabuhan Bojongsalawe, dan peningkatan fungsi Pelabuhan Cirebon,” kata dia.
Di bidang transportasi darat yang dilayani melalui jalan raya maupun jalan rel, juga harus didorong untuk diwujudkan. Pembangunan jalan tol yang sudah direncanakan dan yang baru direncanakan seperti penyelesaian jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) menuju bandara BIJB Kertajati Majalengka, penyelesaian jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) yang dilanjutkan Bocimi-Padalarang, serta pembangunan Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap.
“Adapun perwujudan tol dalam kota yang sudah direncanakan yaitu jalan tol terusan Soroja-Pusdai atau NS (north-south) link. Pengembangan transportasi kereta api antara lain reaktivasi empat jalur kereta api yaitu jalur Bandung-Ciwidey, jalur Rancaekek-Tanjungsari, jalur Banjar-Pangandaran-Cijulang dan jalur Cibatu-Garut-Cikajang, serta pembangunan jalur ganda Bogor-Sukabumi,” tuturnya.
Terkait dengan pembangunan infrastruktur perhubungan di Jabar tersebut, kata Iwa, pihaknya tidak memungkiri bahwa pembangunan transportasi yang sedang dilaksanakan pada implementasinya ternyata mengalami beberapa kendala dan keterbatasan pendanaan.
Namun, di tengah berbagai kendala dan keterbatasan tersebut, Iwa ingin menekankan perlunya segenap aparatur perhubungan agar mampu merumuskan perencanaan dan tindak lanjut dalam penyelenggaraan jasa transportasi, dan secara tepat memanfaatkan sumber daya yang terbatas.
“Pembangunan sektor transportasi harus terencana, memiliki daya saing dan memperhatikan asas keadilan serta menjaga keutuhan NKRI. Keselamatan merupakan prioritas yang harus terus dikedepankan dalam menyediakan layanan transportasi karena itu perlu dilakukan kolaborasi dan inovasi untuk meningkatkan layanan di bidang perhubungan terhadap masyarakat,” kata dia.
Pada kesempatan penyelenggaraan forum perangkat daerah bidang perhubungan tahun 2019 itu, Iwa berharap dapat menghasilkan kesepahaman, kesepakatan, dan sinergitas program atau kegiatan bidang perhubungan yang akan dilaksanakan tahun 2020. Baik yang akan diusulkan ke kementerian perhubungan melalui BPTD, Pemprov Jabar, maupun yang akan dilaksanakan pemerintah daerah dengan bantuan pembiayaan dari pemerintah pusat maupun provinsi.
“Yang akhirnya dapat meningkatkan pelayanan transportasi di Jabar dengan mewujudkan penyediaan infrastruktur yang mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah menuju pusat-pusat perekonomian dan pertumbuhan ekonomi, sehingga terciptanya peningkatan daya saing untuk mencapai kesejahteraan masyarakat guna memantapkan pembangunan secara menyeluruh di Jabar,” ujar dia.






Leave a Reply