DPRD Jabar Minta Pemprov Perhatikan Kondisi Tugu Batas

Terasjabar.co – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Irfan Suryanagara meminta Pemprov Jabar untuk memperhatikan kondisi tugu batas karena keberadaannya kini berdampak pada kesadaran masyarakat akan nilai-nilai kejawabaratan.

“Kami kemarin sudah melakukan agenda reses masyarakat ada yang tidak tahu, bahwa daerahnya termasuk daerah Provinsi Jawa Barat. Mereka sangka (daerahnya) adalah Jakarta Timur,” kata Irfan Suryanagara saat memberikan sambutan pada acara Pra Musrenbang Kewilayahan Provinsi Jawa Barat di Kota Bandung, Senin (18/2/2019).

Padahal, kata dia, Depok, Bekasi dan Bogor adalah penghasil PAD terbesar di Jawa Barat. Irfan mengatakan, pembangunan tugu batas sudah direncanakan sejak dulu dan hal ini bertujuan untuk melahirkan rasa dan nilai-nilai kejawabaratan kepada masyarakat.

“Kita sudah buat di beberapa tempat sehingga orang tahu untuk melihat Jawa Barat. Sehingga timbul rasa kejawabaratannya” kata dia.

Pada acara tersebut pihaknya juga meminta kepada pemerintah provinsi untuk memperhatikan skala prioritas perencanaan pembangunan daerah.

“Untuk saat ini percepatan di sektor pendidikan dan kesehatan jauh lebih penting untuk Jawa Barat,”

Menurut dia kebutuhan infrastruktur pendidikan dan kesehatan di Jawa Barat saat ini masih kekurangan dan mengharuskan masyarakat menyebrang ke daerah lain untuk mengakses fasilitas pendidikan.

“Saya ingin menitipkan pembangunan Cirebon dan Tasikmalaya itu harus demikian menarik, Supaya masyarakat di wilayah tersebut tidak usah berangkat ke luar daerah untuk mengakses fasilitas pendidikan dan kesehatan,” kata dia.

“Maka di Cirebon dan Tasikmalaya harus ada universitas yang bagus, rumah sakit yang bagus dan tempat pelayanan masyarakat yang baik,” kata dia.

Selain di Tasikmalaya dan Cirebon, hal serupa juga terjadi di Kota Depok. Irfan menyatakan saat ini di Kota Depok hanya terdapat 14 Sekolah Menengah Atas (SMA). Jumlah itu belum sesuai dengan kebutuhan.

“Di Depok SMA hanya ada 14, seharusnya ada 25. Ini harus menjadi pemikiran kepala dinas pendidikan. Jangan hanya alokasi anggaran digunakan untuk alat peraga, edubox, harusnya sekolah dulu dibuat. Karena SMA kewenangannva ada di Pemerintah Provinsi,” katanya.

Akibat kurangnya Jumlah sekolah menengah atas hal tersebut memaksa masyarakat Depok menyekolahkan anaknya ke Jakarta.

“Sehingga akibat kekurangan ini, kasihan anak anak di Depok harus menyeberang ke Jakarta. Saya harapkan pertama akses pendidikan yaitu SMA di Kota Depok harus segera diwujudkan selayak-layaknya,” ujar Irfan.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen + 2 =

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Eksplorasi Ritme Permainan Berbasis Data Real-Time Menghadirkan Perspektif Segar dalam Dunia Gaming Interaktif
Evaluasi Matematis Pola Distribusi Simbol Mahjong Ways Dalam Ekosistem Kombinasi Dengan Variasi Nonlinier
Investigasi Pola Adaptif Grid Mahjong Ways Dalam Menghasilkan Distribusi Simbol Dengan Struktur Variatif
Studi Komputasional Dinamika Interaksi Reel Mahjong Ways 3 Menggunakan Kerangka Sistem Stokastik Berkelanjutan
Adopsi Teknologi Machine Learning Menghadirkan Tren Baru dalam Pengembangan Sistem Game Interaktif Modern
Inovasi Visual dan Algoritma Dinamis Menghadirkan Dimensi Pengalaman Baru pada Platform Gaming Masa Kini
Kajian Probabilistik Ragam Kombinasi Mahjong Ways 2 Menggunakan Model Distribusi Interaktif Multilevel
Metode Statistik Adaptif Kini Menjadi Kunci Memahami Pergeseran Ekosistem Game Digital Modern
Evolusi Sistem Interaktif Masa Kini Membentuk Cara Baru Pengguna Memahami Dinamika Digital Harian
Studi Perilaku Digital Terkini Mengungkap Pergeseran Strategi Pengguna dalam Ekosistem Interaktif Modern