Komisi IV DPRD Jabar: Jangan Bikin Gedung Sate Jilid 2
Terasjabar.co – Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat menentang keras wacana pemindahan pusat pemerintahan Jabar ke Tegalluar, Kabupaten Bandung. Pasalnya, wacana itu belum pernah ada pembahasan resmi ke DPRD Jabar.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar, Daddy Rohanady mengatakan, pemindahan pusat pemerintan tidak akan menjamin peningkatan kinerja kedinasan dan tidak menjamin terbebas dari kemacetan. Terlebih Tegalluar akan dijadikan Transit Oriented Development (TOD) PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
“Sekarang karena Pak Emil (Ridwan Kamil) kepala daerahnya, pusat pemerintahan dipindahkan ke deket KCIC. Besok kalau Daddy gubernurnya, saya pindahin lagi ke Cirebon, pinggir pantai supaya deket ke pelabuhan. Masa tiap kepala daerah berpikirnya begitu. Gak lah,” kata Daddy, Kamis (28/2/2019).
Menurut Daddy, alasan pemindahan pusat pemerintahan dikarenakan adanya KCIC bisa saja. Akan tetapi, Gedung Sate dinilainya sudah menjadi icon dari Jawa Barat.
“Orang kalau mau ke Jawa Barat nyarinya Gedung Sate. Jangan bikin Gedung Sate jilid 2,” seloroh Daddy.
Keinginan itu, kata Daddy, mungkin saja lantaran TOD KCIC di Tegalluar dikonsepnya oleh Ridwan Kamil. Namun secara pembahasan lebih jauh bersama dewan, itu belum dilakukan.
“Ada hal yang lebih prinsip. Ini belum pernah di bahas di dewan,” ungkap Daddy.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum mewacanakan pemindahan pusat pemerintahan ke wilayah Tegalluar. Uu merasa pusat pemerintahan di Gedung Sate kurang efektif karena letaknya yang berjauhan dengan kantor-kantor dinas.
“Di sini macet dan pemerintahan di sini acak-acakan. Terasa oleh saya, kalau saya perlu salah satu dinas bisa nunggu 20 menit sampai setengah jam, sementara tamu menunggu dan informasi cepat dibutuhkan masyarakat,” ungkap Uu, usai acara Musrenbang RKPD 2020 di Aula Barat Gedung Sate, Kamis (21/2/2019).





Leave a Reply