Bawaslu Jabar Supervisi Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu Aa Umbara

Terasjabar.co – Kasus dugaan Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, yang mengarahkan aparatur sipil negara (ASN) untuk menguntungkan salah satu calon anggota legislatif tengah ditelaah oleh Bawaslu.

Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah, menyebutkan kasus tersebut sudah ditangani oleh Bawaslu Kabupaten Bandung Barat dengan supervisi Bawaslu Jabar.

“Kami kini tengah menanganinya sesuai dengan prosedur,” ujar Abdullah, Sabtu (29/12/2018).

Berdasarkan peraturan, prosedur penanganan pelanggaran akan berlangsung selama 14 hari. Dalam proses itu, akan ada klarifikasi dari pihak-pihak yang terlibat.

“Akan ada kajian tahap pertama dan kedua. Ada juga penelaahan secara formil dan materiil. Jika secara formil dan materiil terpenuhi, maka akan ada proses tindak lanjut untuk kasus itu,” katanya.

Abdullah mengatakan dalam tindak lanjut tersebut, ada berbagai peraturan yang dikaitkan. Misalnya bagi kepala daerah yang terlibat, tidak hanya peraturan tentang pemilu tetapi juga yang berkaitan dengan ASN. Sanksi juga tidak hanya untuk kepala daerah tapi juga untuk ASN yang turut terlibat.

“Kami akan berkoordinasi juga dengan Komisi ASN,” ucapnya.

Dia mengimbau kepala daerah untuk tidak mengambil sikap dan tindakan dalam jabatan untuk menguntungkan pihak-pihak tertentu dalam Pemilu.

Ia pun mengatakan bila memang kepala daerah itu bagian dari tim kampanye, maka yang bersangkutan harus terdaftar dalam tim kampanye.

“Aktivitasnya sebagai bagian dari tim kampanye tersebut, harus dilaporkan juga. Dan kepala daerah yang bersangkutan harus cuti,” ucap Abdullah.

Abdullah mengatakan kepala daerah harus memahami posisinya ketika menjadi bagian dari tim kampanye. Kepala daerah harus mampu memilah aktivitasnya.

Diberitakan sebelumnya, Aa Umbara membenarkan video viral yang berisikan tayangan dirinya sedang mengenakan seragam coklat aparatur sipil negara. Menurut Aa Umbara, video itu diambil di kantornya, di sela pertemuan dengan perwakilan guru honorer.

Meski begitu, dia menyangkal telah mengarahkan guru honorer untuk menyukseskan pencalonan anak dan adiknya di Pileg 2019.

Untuk diketahui, Aa Umbara meminta agar para guru honorer memuluskan proses pencalonan putranya, Rian Firmansyah yang menjadi Caleg DPR RI, dan adiknya sendiri, Usep Sukarna sebagai Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat.

“Tidak mengarahkan juga, tidak. Berharap (guru honorer memberi dukungan) juga tidak. Itu sambil santai, wong saya juga santai. Namun, saya sudah tahu siapa yang mengambil videonya, karena memang ada fotonya,” kata Aa Umbara Kamis, (27/12/2018).

Video Aa Umbara yang diduga meminta suara guru honorer ini berdurasi 1 menit 22 detik.  Aa Umbara meminta hal itu, diduga sebagai timbal balik karena telah menyetujui kenaikan uang insentif bagi guru honorer.

“Kalau saya bukan bupati, enggak mungkin acc,” kata dia dalam video tersebut.

Kemudian, dalam video tersebut Aa Umbara berkata, “Tetapi ada cita-cita Pak Kadis, naonHayang anak saya jeung adik saya jadi anggota DPR RI dan anggota DPRD Provinsi, gitu kan. Sugan weh atuh, da ayeuna teh guru honor teh ku abdi dibereAbdi mah teu menta nanaon, menta sora weh”.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *