Ridwan Kamil Resmikan Kolecer dan Candil di Bogor, 27 Kabupaten/Kota Menyusul

Terasjabar.co – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan Kotak literasi warga cerdas (Kolecer) dan Maca dina library (Candil) di Taman Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/12/2018).

“Buku adalah investasi jangka panjang, mungkin dua tahun ini tidak kelihatan hasilnya, tapi 10 tahun yang akan datang akan terasa manfaatnya,” kata Emil sapaan akrab mantan Wali Kota Bandung ini.

Kota Bogor menjadi lokasi peluncuran Kolecer dan Candil yang selanjutnya akan diteruskan di 27 kabupaten kota di wilayah Jawa Barat.

Menurut Emil, Bogor dipilih karena banyak kebijakan-kebijakan yang dibuat Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang mendorong literasi, seperti adanya Taman Kaulinan yang  menjauhkan  anak-anak dari kecanduan game online.

Tahap awal ada Pemprov Jabar menyediakan anggaran untuk kotak Kolecer dan Candil di 27 kabupaten/kota, selanjutnya mendorong pemerintah daerah untuk membuat di tingkat kecamatan hingga kelurahan.

“Bertahap saat ini dibantu 27 kota dan kabupaten, nanti per kecamatan dibuat, jadi bisa ada ratusan Kolecer dan Candil di Jawa Barat,” katanya.

Menurut Emil, Kolecer dan Candil adalah upaya kecil dari Pemerintah Jawa Barat untuk meningkatkan literasi bangsa Indonesia. Jika saat ini posisi Indonesia di urutan ke 60 dari 61 negara tingkat membacanya, maka ke depan sudah meningkat lagi.

Ia mengatakan, ide awal hadirnya Kolecer dan Candil cukup sederhana yakni bagaimana mendekatkan buku kepada masyarakat, sehingga masyarakat lebih cerdas lagi dengan banyak membaca.

“Cita-citanya invgin menjadikan masyarakat, bangsa Indonesia jadi adidaya,” katanya.

Menurut Emil, syarat menjadi bangsa adidaya adalah bonus demografi harus kompetitif, selain itu ekonominya, sosial dan politiknya.

Kunci untuk bisa bersaing adalah kecerdasan yang harus didorong dengan multidimensi yang tidak cukup hanya pendidikan di sekolah, tetapi juga di luar sekolah, di trotoar, taman, dan tempat lainnya.

“Literasi membawa kualitas peningkatan bangsa, akan lahir upaya jendela dunia terbuka,” kata Emil.

Kepala Perpustakaan Nasional, Syarif Bando menyebutkan, jika semua kepala daerah di Indonesia berkomitmen menjadikan buku sebagai visi misi pembangunannya makan persoalan kekurangan buku tidak akan terjadi.

“Kami mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Barat, berharap pemerintah daerah lainnya untuk meniru kebijakan ini,” katanya.

Ia menambahkan, literasi merupakan sebuah amanah undang-undang yang harus dijalankan oleh pemerintah, dan mandatori dari Nawacita Presiden Jokowi Widodo dalam mengelola sumber daya manusia.

Oleh karena itu, dia mendukung wacana penggunaan dana desa untuk meningkatkan keberadaan taman bacaan sepertinya Kolecer dilakukan oleh desa-desa.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menambahkan, Pemerintah Kota Bogor juga memiliki program literasi salah satunya pojok ekspresi yang ada di setiap kelurahan.

“Upaya kita adalah bagaimana anak-anak Kota Bogor aktif bergerak, bermain di taman, dan membaca, menjauhkan mereka dari gawai game mobile legend,,” kata Bima.

Bersamaan dengan peluncuran Kolecer dan Candil ini juga dilantik Ardian Bima Arya sebagai Bunda Literasi Kota Bogor oleh Bunda Literasi Jawa Barat Atalia Praratya.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight + 4 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam