Tim SAR Jabar Perpanjang Pencarian, Boeing Keluarkan Petunjuk Manual Kecelakaan Lion Air

Terasjabar.co – Tim SAR Jawa Barat hingga hari ke sebelas jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP,  masih bertahan di Pantai Tanjungpakis, Karawang. Mereka masih berupaya mencari korban mauoun serpihan pesawat nahas tersebut dengan menyisir pesisir Karawang.

Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah mengungkapkan, sesuai arahan Kepala Basarnas Marsekal M Sayugi, pencarian oleh Tim Basarnas diperpanjang selama tiga hari. Oleh karena itu, pihaknya tetap siaga di posko pencarian Tanjungpakis.

“Polanya sama untuk terus melakukan pencarian, baik itu penyisiran dengan perahu karet maupun oleh tim darat,” uajr Deden di Posko Tanjungpakis, Rabu (7/11/2018).

Hanya saja, lanjut dia, pihaknya masih menunggu menunggu hasil perencanaan dan pemetaan yang akan dilakukan Basarnas pusat.

“Kami di sini hanya menjaga kemungkinan korban yang belum ditemukan hanyut ke pesisir Pantai Tanjungpakis,” katanya.

Meski hanya menyisakan tim SAR, Deden mengklaim pencarian korban tetap maksimal. Apalagi, jumlah personel SAR yang dilibatkan tidak dikurangi.

“Saya yakin Pemkab Karawang, terutama unsur BPBD dan SAR daerah, masih tetap akan bersama kami di sini,” katanya.

Sementara itu, produsen pesawat terbang Amerika Serikat Boeing mengeluarkan petunjuk manual operasi terkait kecelakaan pesawat penumpang Boeing 737 MAX 8 berkode penerbangan Lion Air JT 610.

Petunjuk yang disebut sebagai Operations Manual Bulletin (OMB) itu diterbitkan pada 6 November 2018.  Untuk mengarahkan operator penerbangan atau maskapai mengenai prosedur yang harus ditempuh awak pesawat ketika terjadi masalah pada sensor Angle of Attack (AOA), menurut Boeing dalam pernyataan resminya, dikutip Antara.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi Indonesia (KNTK) telah mengindikasikan bahwa penerbangan Lion Air JT 610 mengalami masalah pada input sensor AOA. Oleh karena itu, sebagaimana prosedur biasanya, Boeing menerbitkan buletin atau membuat rekomendasi mengenai pengoperasian pesawat, kata pernyataan itu.

Boeing juga mengatakan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh dan bantuan teknis kepada KNKT dan otoritas pemerintah lainnya yang bertanggung jawab terhadap investigasi penerbangan Lion Air JT 610.

Investigasi terhadap kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang menewaskan 189 orang itu sedang berlangsung dan Boeing terus bekerjasama sepenuhnya dan memberikan bantuan teknis di bawah arahan otoritas pemerintah yang menyelidiki kecelakaan ini.

Kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang pada pagi 29 Oktober lalu disebut-sebut sebagai kecelakaan penerbangan paling mematikan sepanjang 2018 ini.

Antara juga menyebutkan bahwa hingga 8 November 2018 siang, sudah 51 jenazah korban jatuhnya Lion Air JT 610 yang teridentifikasi oleh tim.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 + twenty =