Wali Kota Bandung Tak Punya Pijakan Hukum Menolak Benny Bachtiar

Terasjabar.co – Pakar Hukum Tata Negara Unpad Prof Susi Dwi Haijanti menanggapi polemik batalnya pelantikan Sekda oleh Wali Kota Bandung, Oded M Danial.

Menurut Susi, apabila tidak kunjung melantik, berarti Wali Kota Bandung telah melakukan undue delay. Dalam administrasi negara, istilah undue delay itu adalah proses memperlambat sebuah keputusan, tanpa alasan yang bisa diterima.

“Wali kota semestinya langsung melantik Sekda ketika ada surat perintah dari Gubernur ,” ujar Susi melalui sambungan telepon, Jumat (02/11/2018).

Susi yang kini menjabat Ketua Departemen Tata Negara Fakultas Hukum Unpad, mengatakan apa yang dilakukan wali kota tak bisa diterima dari sudut hukum tata negara.

Oded kata Susi, harus paham dan tunduk pada rezim hukum, baik tatanegara, hukum administrasi maupun hukum pemerintah daerah, bahwasanya wali kota adalah sub organisasi pemerintah pusat.

Guru Besar Hukum Tata Negara ini mengatakan, wali kota bisa diberi sanksi Gubernur berupa teguran karena tidak menjalankan Keputusan Gubernur.

“Ini sudah masuk ranah mal administrasi pelanggaran serius terbadap jalannya roda pemerintahan daerah,” ujarnya.

Menurut Susi, Wali Kota Bandung tak punya pijakan hukum untuk menolak Beny Bachtiar. Karena semua proses perekrutan mulai open bidding, sudah ditempuh Wali Kota saat itu, Ridwan Kamil.

“Tak bisa Wali Kota Oded bersikukuh, karena merasa pelantikan Sekda adalah hak prerogatifnya. Dalam undang-undang menyebut, Wali Kota mesti patuh dan taat terhadap hierarki di atasnya, yakni Gubernur selaku wakil dari pemerintahan pusat,” jelas Susi.

Susi mengatakan, sekda definitif sangat strategis dalam pemerintahan daerah. Banyak kewenangan yang tak bisa dilakukan pejabat pelaksana harian seperti saat ini ada di Pemkot Bandung, termasuk dalam hal pembinaan dan penganggaran.

“Saya khawatir akan terjadi krisis kepemerintahan jika Sekda tak segera dilantik,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, jelang berakhirnya masa jabatan sebagai Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menunjuk Benny Bachtiar menjadi Sekda Kota Bandung menggantikan Yossi Irianto.

Emil juga telah meminta Wali Kota Bandung Oded M Danial untuk segera melantik Benny. Permintaan itu, justru dibalas Oded dengan mengajukan penggantian Sekda Kota Bandung Benny Bachtiar ke Kemendagri.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan pihaknya bukan sebagai penentu Sekda tapi hanya memfasilitasi surat.

“Pengambilan putusan pemerintah pusat, saya hanya menyampaikan surat dari Mendagri ke Wali kota, sebaliknya kini surat balasan Wali Kota saya sampaikan lagi ke Mendagri,” ujar Emiil saat Roodshow KPK di Balai Kota , Selasa (30/10/2018).

Sekda dijabat Plh Evi Saleha yang sudah dua kali diperpanjang. Bahkan jabatan Plh Sekda usia 15 hari ini berakhir 31 Oktober 2018. Wali Kota Oded lalu melantik Ema Sumarna sebagai Plh Sekda Bandung.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen + one =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization