Solusi Pemerintah untuk Masyarakat yang Tinggal di Sekitar Sesar Lembang

Terasjabar.co – Bencana yang melanda Palu, Donggala, dan sekitarnya di Sulawesi Tengah bulan lalu mengejutkan banyak pihak.

Para ahli dan masyarakat pun mengingat kembali jejak sesar-sesar aktif di wilayah lain yang juga berkali-kali menjadi lokasi episentrum gempa.

Satu di antaranya adalah sesar Lembang yang terletak tidak jauh dari Kota Bandung, yang merupakan pusat pemerintahan Jabar, kawasan padat penduduk, pusat perekonomian, dan pembangunan.

Untuk memperhatikan keamanan  masyarakat di sekitar sesar aktif, diperlukan antisipasi, perlindungan, dan solusi lain.

Pemerintah lewat Puslitbang Permukiman dan Perumahan memiliki solusi bernama RISHA, Rumah Instan Tahan Gempa.

Geolog Indonesia, Geotrek Indonesia sekaligus SKK Migas, Ir Awang Harun Satyana, mengatakan solusi itu merupakan langkah yang bagus.

“Kalau ada solusi seperti ini masyarakat bisa lebih nyaman dan merasa aman tinggalnya, karena rumah yang mereka tinggali sudah disesuaikan dengan kondisi geologi setempat,” ujar Awang Harun Satyana, di Auditorium Museum Geologi Bandung, Sabtu (27/10/2018).

Awang mengatakan, di kawasan tertentu di sekitar jalur sesar jika tidak membebaskan area dari pembangunan, maka perlu diterapkan kode-kode bangunan (building code) tahan gempa.

Masyarakat dapat meminta saran dari Instansi terkait atau para ahli geolog terkait dengan validasi kawasan yang dibangun sesuai dengan seberapa besar skala kerentanan goncangan gempa yang telah terprediksi sebelumnya dari  geolog.

“Orang-orang instansi akan ngomong sesar ini bisa sampe 7 magnitude misalnya, nah, nanti bagian bangunan akan nyuruh untuk membangun di sistem yang juga minimal 7 magnitude daya tahannya, jadi tergantung masukan dulu dari geolog,” ucapnya.

Hal itu tentunya bisa sangat membantu masyarakat, paling tidak untuk meminimalisir jatuhnya korban. Selama ini yang mengancam nyawa warga berasal bangunan yang runtuh.

Jika menanggulangi dengan bangunan atau rumah tahan gempa, menurutnya, seharusnya dapat meminimalisir jatuhnya banyak korban.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve + 1 =