Selama Musim Kemarau, 7000 Hektare Lahan Pertanian di Jabar Tidak Dapat Panen
Terasjabar.co – Selama musim kemarau, sekira 7000 hektare lahan pertanian di Jawa Barat fuso atau tidak dapat panen. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat, Hendi Jatnika, di Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat, Bandung, Rabu (24/10/2018).
“Dari Mei, Juni, Juli, September, sampai pertengahan Oktober, yang terkena fuso di Jawa Barat sekira 7000 hektare,” ujarnya.
Dari 7000 hektare lahan yang fuso, wilayah terdampak yang paling parah adalah Kabupaten Indramayu. Selain itu, musim penghujan di Jawa Barat utara juga datang sedikit terlambat.
Saat daerah Jawa Barat selatan sudah memasuki musim penghujan di bulan Oktober, daerah Jawa Barat utara baru akan memasuki musim penghujan di awal November.
“Indramayu itu yang fuso sekira 3746 hektare dari total lahan sekira 200 hektare,” ujarnya.
Sedangkan daerah yang tidak terdampak kekeringan adalah Kabupaten Karawang.
“Karawang tidak ada fuso,” ujarnya.
Hendi juga mengatakan bahwa tidak ada perubahan signifikan dari dampak kekeringan musim kemarau tahun lalu dibanding musim kemarau tahun ini.
Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat, memetakan daerah mana saja yang bisa panen satu kali, dua kalo, dan tiga kali dalam satu tahun.
Selain itu, kata Hendi, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat juga memperbaiki irigasi di beberapa daerah dan memberikan bibit unggul.






Leave a Reply