Guncangan Gempa Wafatkan Lansia Jateng

Terasjabar.co – Gempa bumi yang mengguncang wilayah Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah dengan kekuatan 6,9 Skala Richter pada Jumat (15/12/2017) malam, mengakibatkan seorang warga lansia asal Jawa Tengah meregang nyawa.

Lansia tersebut bernama Aminah (80 tahun) warga Sugihwaras Gang 1 RT 02 RW 18, Kelurahan Kauman, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan.

Berdasarkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, korban tewas akibat tertimpa tembok bangunan rumah setelah getaran gempa yang terjadi pukul 23.47 WIB ini terasa hingga Kota Pekalongan.

Selain mengakibatkan tewasnya seorang lansia, gempa tektonik ini juga mengakibatkan bangunan sejumlah rumah sakit mengalami kerusakan. Sehingga puluhan pasien harus dievakuasi ke luar bangunan rumah sakit.

“Seperti di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Banyumas, pasien terpaksa dievakuasi dari ruang perawatan guna menghindari hal hal yang tidak dinginkan,” ungkap Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Permana, Sabtu (16/12).

Bangunan RSUD Banyumas, jelasnya, mengalami kerusakan plafon ambrol, tembok retak, kebocoran instalasi pipa gas oksigen dan lainnya. Sebanyak 70 pasien dari ruang rawat inap sementara ditampung di dalam tenda BPBD Banyumas dan sebagian dilayani di PKU Gombong.

Saat ini, masih kata Sarwa, penanganan darurat dampak gempa bumi 6,9 Skala Richter yang mengguncang wilayah bagian selatan Jawa Barat masih terus dilakukan.

Daerah yang terdampak gempa yang merusak terdapat di Kabupaten Pangandaran, Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, Garut, Cilacap, Kebumen, Kota Pekalongan, Banyumas, Brebes dan Banjarnegara.

Mengingat pusat gempa berada di 6 km arah tenggara Kota Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, maka daerah yang terdampak guncangan keras dan merusak adalah di Kabupaten Tasikmalaya, Pangandaran dan Ciamis di Provinsi Jawa Barat.

Sementara itu, sebagian besar masyarakat yang dievakuasi saat adanya peringatan dini tsunami sudah kembali ke rumahnya. Tidak ada tsunami yang terjadi di sepanjang pesisir selatan Jawa.

“Sehingga aktivitas warga pun secara umum telah berangsur normal,” tambahnya. (red)

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *