Survey Indikator: Meski Lebih Populer, Elektabilitas Demiz di Bawah Ridwan Kamil

Terasjabar.co – Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei tentang popularitas dan elektabilitas bakal calon Gubernur Jawa Barat 2018. Hasilnya Deddy Mizwar lebih populer dibandingkan pasangan lainnya, tetapi elektabilitasnya lebih rendah dibanding Ridwan Kamil.

Berdasarkan survei Indikator, popularitas Deddy Mizwar lebih unggul dengan perolehan 89,5%, sementara popularitas Ridwan Kamil 78,4%. Namun, berdasarkan tingkat elektabilitas, angka perolehan Deddy Mizwar turun jadi 83,4%. Sedangkan Ridwan Kamil memiliki elektabilitas 87,8%.

“Deddy Mizwar paling populer di antara empat nama cagub, 89,5%. Kemudian Ridwan Kamil 78,4%, Sudrajat dan Hasanuddin baru dikenal oleh 24-27% pemilih. Tingkat kesukaan Ridwan Kamil paling tinggi 87,8%. Kemudian Deddy Mizwar 83,4%, Sudrajat 69,9% dan Hasanuddin 59,6%,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam paparannya di kantor Indikator Politik Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018).

Burhanuddin mengatakan terdapat persaingan ketat di antara kedua pasangan calon dibandingkan pasangan lain yang tidak populer. Ia mengasumsikan, jika ada 15% pemilih yang belum menentukan pilihan dan kemudian memilih pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu, suara tersebut tidak dapat menyusul kedua paslon yang lebih unggul.

“Karena, kalaupun 15% yang belum menentukan pilihan seperti dalam survei kami itu diambil semuanya oleh Pak Sudrajat, itu relatif suaranya masih di bawah RK atau Deddy. Poin saya, meskipun kami tahu Sudrajat didukung tiga partai lumayan besar, Gerindra, PKS, dan PAN, tapi problem Pak Sudrajat karena dia tak dikenal tinggi, hanya kurang 30% warga Jabar kenal Sudrajat. Demikian pula dengan Pak TB Hasanuddin, karena problem itu membuat Pilkada Jabar seolah hanya milik berdua,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPW NasDem Jabar Saan Mustopa menyambut positif hasil survei. Ia optimistis menang karena beberapa hasil survei lembaga lainnya menunjukkan Ridwan Kamil berada di urutan atas.

“Kalau kita lihat dari survei, tren untuk kemenangan Ridwan Kamil trennya naik terus. Menurut saya, itu tren positif dan harus kita coba terus pertahankan. Insyaallah Ridwan Kamil bisa keluar jadi pemenang di Pilkada Jabar,” kata Saan.

Sementara itu, Ketua DPP Golkar Ace Hasan mengaku optimistis dapat memenangi Pilgub Jabar. Sebab pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi dianggap dekat dengan rakyat.

“Membaca itu di Jabar ini, kita optimistis paslon DM akan menang. Selain itu, hasil survei menunjukkan kepada kita bahwa realitas di lapangan, kekhasan Demiz dan Demul yang melakukan pendekatan bahasa budaya Jabar, ini membuat kami optimistis, karena cara itu yang mendekatkan masyarakat. Jadi kami yakin pilkada akan kami menangi,” imbuhnya.

Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di Provinsi Jawa Barat yang mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Survei dilakukan pada Maret-Mei 2018. Metode pengambilan survei menggunakan multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95%.

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.

Jumlah sampel basis sebesar 800 responden dengan sampel basis 800 responden, margin of error survei +- 3,5%. Jumlah total sampel sekitar 5.169 responden yang merupakan gabungan survei provinsi dengan sampel 800 responden, dan tujuh survei wilayah dapil dengan jumlah sampel minimal 400 responden. Dalam analisis, data diboboti sesuai dengan proporsi pemilih di masing-masing kabupaten/kota.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *