Dedi Mulyadi Perkenalkan Purwarupa Rumah Anti-Banjir di Pinggiran Sungai Citarum

Terasjabar.co – Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Dedi Mulyadi akan menjadikan rumah Entin Kartini (51) sebagai purwarupa pilot project rumah anti banjir di seluruh pinggiran Sungai Citarum.

Dengan anggaran Pemprov Jabar dan Pemda Kabupaten Bandung, Dedi yakin nantinya permasalahan tempat tinggal warga di daerah langganan banjir ini bisa terselesaikan.

“Membangun itu harus sesuai dengan lingkungan tidak bisa dipaksakan melawan lingkungan, disini sudah jelas daerah banjir. Karena daerah banjir pertama masalah banjir harus diselesaikan tidak boleh ada lagi. Tapi sampai menunggu, itu rumah-rumah harus diamankan,” tuturnya saat meresmikan rumah yang direnovasi di RT 05/04 Kampung Bojong Asih, Desa/Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Selasa (5/6/2018).

Sebelumnya saat kunjungannya ke daerah banjir di Dayeuhkolot tersebut, Dedi melihat sebagian bagian rumah Entin ambruk dan dihuni oleh 11 jiwa. Kemudian bangunan rumah tersebut dirobohkan karena tidak layak huni.

“Saya punya tradisi merobohkan. Alhamdulillah ada tokoh masyarakat terkemuka yang mau bantu merenovasi. Saya hanya ngasih ide saja dan akhirnya terwujud. Dan ini nantinya akan menjadi pilot project seluruh rumah di pinggiran Citarum, untuk tipe-tipe rumah di wilayah banjir,” katanya.

Tidak hanya di daerah Kabupaten Bandung saja, termasuk di Karawang dan Bekasi bahkan di seluruh Jawa Barat juga akan dibangun model rumah tersebut.

Dedi mengusulkan agar nantinya bangunan rumah tersebut dibangun lebih tinggi lagi hingga 3 meter agar terhindar dari banjir.

“Saya tambahan usul tingginya hingga 3 meter, jadi kalau hujan banjir tinggal turun ke perahu saja. Terus jalan dibetulin, gang-gangnya jangan sampai berhimpitan karena untuk masuk perahu. Saya sudah minta didata siapa yang ingin dibangun tipe rumah seperti ini hayu urang bangun bersma-sama,” katanya.

Dikatakannya berdasarkan donatur rumah tersebut, model dengah tipe seperti itu tidaklah mahal, harganya di sekitar Rp 20-30 juta per unit. Apalagi jika jumlah peminatnya banyak dan dibangun serempak maka akan menambah murah.

“Enggak ada masalah anggran rutilahu Rp 15 juta tinggal tambah Rp 15 juta lagi. Jika menggunakan anggaran pemerintah kecil, ini pemprov dan pemkab bangun seperti ini selesai tidak ada lagi teriakan-teriakan banjir lagi,” katanya.

Untuk Citarum ini, Dedi menuturkan dirinya memiliki konsep tersendiri demi menjaga kelestraian Citarum.

Dirinya berjanji akan menugaskan penjaga di sepanjang sungai Citarum. Para penjaga ini nantinya akan diberikan rumah-rumah ada seperti model rumah tersebut.

“Kita ukur berapa kilometer sungai Citarum dari Bandung ke Purwakarta. Setiap kilometer ada badega Citarum, tugasnya menjaga pohon, membersihkan Citarum. Kita bangunkan rumah-rumah adat misalnya ada 40 rumah satu kampung dikasih sawah, kebon, peternakan, sehingga Citarum dijaga oleh adat,” tuturnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *