Disdik Kota Bandung Siapkan Dana Rp 99 Miliar untuk Naikkan Gaji Guru dan Tendik Honorer

Terasjabar.co – Kepala Bidang Pembinaan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kota Bandung, Cucu Saputra mengatakan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 99 Miliar untuk tenaga pendidikan.

Anggaran ini dalam rangka pelaksanaan kebijakan pemberian tambahan honorarium pada guru dan tenaga pendidik honorer di sekolah Kota Bandung.

“Ini merupakan perhatian Pemkot Bandung untuk PTK (pendidik dan Tenaga Kependidikan) non ASN yang dianggarkan dulu hanya Rp 6 miliar sekarang jumlah totalnya Rp 99 miliar,” kata Cucu dalam konferensi persnya di Kantor Disdik Kota Bandung, Rabu (9/5/2018) sore.

Cucu mengatakan sebelumnya para PTK non ASN ini hanya mendapat honor rata-rata Rp 300 ribu dari pemerintah dalam satu tahun. Namun untuk saat ini akan diberi tambahan honorarium setiap bulannya dan akan dibayarkan setiap triwulan.

Ia menuturkan tambahan honor ini diberikan untuk PTK non ASN di sekolah swasta dan negeri. Ia menyebutkan jumlah tambahan honorarium ini berbeda-beda, tergantung tingkatan sekolah.

Untuk PTK non ASN di Paud/TK formal diberikan kepada 975 orang dengan besaran Rp 820 ribu perbulan. Pada PAUD/TK non formal ada 1854 orang penerima dengan besaran Rp 750 ribu perbulan.

“Adapun jumlah guru SD sebanyak 3.550 orang dengan besaran Rp 820 ribu perbulan. Untuk tenaga administrasi SD sebanyak 856 orang yang masing-masing Rp 520 ribu perbulan. Guru tingkat SMP sebanyak 1.740 orang besarannya Rp 1.250.000 serta tenaga administrasinya sebanyak 921 orang besarannya Rp 650 ribu perbulan,” tuturnya.

Menurutnya, kenaikan honorarium ini merupakan kebijakan Pemkot untuk pemberian tambahan yang sebelumnya diberikan melalui dana hibah. Sehingga tidak menghilangkan kewajiban yayasan pendidikan yang memperkerjakan untuk tetap memberikan gaji.

Ia mengungkapkan tidak semua PTK non ASN di Kota Bandung yang mendapatkan tambahan honor. Ada kriteria yang telah diatur dalam keputusan walikota sebagai landasan kebijakan ini.

“Dalam kepwal diatur kriteria siapa PTK non ASN yang berhak menerima. Pertama, mereka yang terdata di Data Pokok Pendidikan sampai Desember 2017. Bisa jadi ada guru mengajar tapi tidak masuk data pokok pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan syaratnya juga ialah PTK non ASN belum mencapai batas usia pensiun. Selain itu, PTK non ASN yang berhak menerima tambahan honorarium ialah yang selama ini belum menerima tunjangan profesi guru (TPG). Kemudian, kriteria yang diatur juga ialah diberikan kepada sekolah yang menerima dana bos.

“Kalau ada sekolah yang tidak menerima atau menolak dana bos maka guru honorernya tidak dapat tambahan,” ucapnya.

Pemberian tambahan honorarium ini, kata dia, mulai dihitung sejak awal tahun 2018 ini. Pembayarannya akan ditransfer ke rekening masing-masing penerima.

Rencananya, program pemberian tambahan honorariun bagi PTK non ASN ini akan diresmikan dalam puncak perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kota Bandung, Sabtu (12/5/2018) mendatang.

Gelaran yang diberi judul ‘Actducation’ ini juga akan meluncurkan beberapa program inovasi pendidikan yang digagas Disdik Kota Bandung dan penggiat pendidikan.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − 10 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam