Banyak Goa di Cipatat Hancur Akibat Aktivitas Penambangan Kabur

Terasjabar.co – Balai Arkeologi Jawa Barat meminta Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk fokus memberikan perhatian pada situs-situs purbakala, seperti goa-goa yang ada di Cipatat.

Menurut Lutfi Yondri selaku Kepala Balar Jawa Barat, sebenarnya KBB memiliki 30 goa tapi sudah banyak goa yang telah hancur karena adanya kegiatan penambangan kapur.

“Harus ada tim kebudayaan di KBB ini, agar perlindungan terhadap situs purbukala dapat terus-menerus dilakukan agar bukan hanya situs ini sebagai kebanggaan melainkan dapat menjadi pemasukan pemda,” katanya di lokasi saat lakukan eskavasi di Goa Pawon, Sabtu (5/5/2018).

Wisata Goa Pawon ini, kata Lutfi, rencananya akan ada museum Pawon tapi hingga saat ini belum terealisasi.

“Kenapa terhenti? Harusnya itu ditinjau kembali karena itu dapat memberikan nilai yang luar biasa buat objek wisata edukasi dan dapat pula memecah wisatawan yang hendak ke Kota Bandung, karena kawasan KBB lebih menarik,” ujarnya.

Dari sekitar 30 goa yang ada di Cipatat, ucap Lutfi, ada goa yang sudah benar-benar rusak karena peledakan.

“Yang paling saya ingat itu goa yang ada di Gunung Tanjung ini, padahal di sana ada penemuan kerangka manusia purbakala. Jadi, Pemda harus lakukan pengetatan untuk aktivitas penambangan ini,” ucap dia.

Lutfi juga meminta pemda-pemda di Jawa Barat untuk bahu-membahu dalam menginventarisasi situs-situs purbakala ini, seperti yang telah dilakukan oleh Pemkab Subang yang langsung membiayai ekskavasi di Subanglarang hingga ditemukan 5 kerangka manusia purba periode yang lebih muda.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *