Ini Kata Demiz Soal Larangan Tampil di Sinetron Saat Masa Kampanye

Terasjabar.co – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah memberikan larangan kepada lembaga penyiaran menayangkan atau menampilkan peserta Pilkada dalam program siaran saat masa kampanye. Termasuk tayangan sinetron. Bagaimana respons cagub Jabar nomor urut 4 Deddy Mizwar mengenai hal itu?

Baca JugaBawaslu Akan Tindak Demiz Jika Tetap Tampil di Sinetron Ramadhan

Sebelumnya, Deddy ikut bermain sinetron religi spesial Ramadhan berjudul ‘Cuma di Sini’ yang akan tayang di salah satu stasiun televisi. Cagub Jabar nomor urut 4 ini memang seorang aktor senior yang telah mendapat banyak penghargaan bergengsi tanah air.

Sejumlah film dan sinetron yang dibuatnya selalu mendapat banyak respons positif dari masyarakat. Banyak pesan-pesan moral yang coba disampaikan Deddy melalui sinetron karyanya.

“Jika (sekarang) tidak boleh maka masyarakat Indonesia yang dirugikan atas hak mereka terhadap tayangan TV bermutu,” kata Deddy saat dihubungi, Jumat (4/5/2018).

Demiz menjamin sinetron terbarunya itu tidak memiliki hubungan dengan agenda politiknya. Menurutnya sinetron yang akan tayang pada bulan Ramadhan ini dipastikan tidak ada muatan kampanye di dalamnya.

“Karena tidak pernah ada konten kampanye dan profesional,” ujarnya.

Agar tidak terjadi kesalahpahaman, Deddy bakal berkomunikasi kembali dengan pihak-pihak terkait. Dia mengaku telah bertemu dengan Ketua KPI membahas hal ini.

“Baru ketemu dengan Ketua KPI. Dengan KPU dan Bawaslu belum,” ucap Deddy.

KPI membuat larangan kepada lembaga penyiaran yang membuat program dengan memakai pasangan calon Pilkada 2018 saat kampanye. Peserta Pilkada dilarang muncul dalam tayangan sinetron saat kampanye.

“Kami larang kepada lembaga penyiaran untuk menayangkan atau menampilkan peserta pemilihan kepala daerah terutama sebagai pemeran sinetron dalam film atau seni peran lainnya,” ujar Koordinator Bidang Isi Siaran Ramadan KPI, Nuning Rodiyah, saat jumpa pers di Gedung KPI Pusat, Jl Ir H Juanda, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2018).

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *