Tingkatkan Elektabilitas Rindu, NasDem Dorong Uu Lebih Terbuka

Terasjabar.co – Elektabilitas calon wakil gubernur jawa barat nomor urut 1 Uu Ruhzanul Ulum dinilai kalah dibanding dengan cawagub lain semacam Ahmad Syaikhu. Sebagai partai pengusung pasangan Rindu, Partai Nasional Demokrat (NasDem) mendorong Uu Ruzhanul Ulum lebih terbuka dalam berkampanye, sehingga elektabilitas Rindu terus terdongkrak.

Ketua DPW Partai NasDem Saan Mustopa membantah anggapan bahwa sosok Uu Ruzhanul Ulum telah menggerus elektabilitas Ridwan Kamil. Saan meyakinkan, Uu telah memberikan kontribusi terhadap elektabilitas Rindu di ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018. Terlebih, Uu pun memiliki basis massa yang jelas dan pasti.

“Nggak lah, Pak Uu tetep memberikan kontribusi terhadap Kang Emil (Ridwan Kamil). Pak Uu juga punya segmen yang kuat, segmen pesantren, santri, kalangan pedesaan, itu basis-basisnya,” tegas Saan di sela Workshop Pemenangan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 DPW Partai NasDem di Hotel Grand Mercure, Jalan Setiabudhi, Kota Bandung, Senin (30/4/2018).

Meski begitu, Saan mengakui, kontribusi Uu selama ini memang kurang terpantau oleh masyarakat, termasuk media massa. Akibatnya, kata Saan, popularitas Uu tertutup oleh figur Ridwan Kamil yang selama ini telah menjadi media darling.

“Mungkin Pak Uu selama ini kerjanya tidak terlihat oleh publik, tidak termonitor oleh media massa. Yang kedua, mungkin Pak Uu kurang menjadi media darling, ketutup oleh ketokohannya Kang Emil, tapi ada kerjanya,” papar Saan.

“Oleh karenanya, 40 hari ke depan, Pak Uu kerjanya akan lebih terbuka, tidak lagi silent, sehingga masyarakat tahu Pak Uu calon wakilnya Kang Emil dan bekerja,” sambung Saan.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 + ten =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data