Program Rindu untuk Pesantren: dari Finansial hingga Kompetensi

Terasjabar.co – Keberadaan pondok pesantren yang tersebar di 27 Kabupaten Kota di Provinsi Jawa Barat dianggap menjadi salah satu motor penggerak yang penting dalam pembangunan di Jabar. Namun tak dimungkiri kalau kemandirian pesantren masih perlu digenjot lagi agar ulama dan santri semakin berdikari.

Sadar adengan hal itu, calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1 Ridwan Kamil menyusun sejumlah strategi untuk mendorong kemandirian pesantren. Strategi ini mulai dari finansial sampai peningkatan kompetensi bagi santri dan ulama.

“Yang paling ril kan secara peraturan kami perjuangkan Perda Pendidikan Agama dan mengupayakan satu pesantren satu produk,” kata Ridwan Kamil di Pesantren Al-Bidayah, Cangkorah, Kabupaten Bandung, Sabtu (21/4/2018) lalu.

Berdasarkan hasil blusukannya ke sejumlah pesantren di Jawa Barat selama kampanye ini, Ridwan Kamil melihat sudah beberapa pesantren yang mengaplikasikan kemandirian di pesantren ini. Salah satunya adalah pesantren Al-Masthuriyah di Sukabumi yang sudah bisa berdikari dengan usaha budidaya ikan lele.

“Kalau pesantren Al-Masthuriyah bisa, yang lain pasti bisa, enggak harus selalu dari negara tapi dari pesantren-prenership. Enggak ada kendala, semua hanya masalah tantangan. Saya akan merumuskan cara cepat dan terukur agar pesantren bisa maju dan mandiri,” kata dia.

Untuk membantu para ulama dan guru ngaji, Ridwan juga tengah mengupayakan insentif rutin yang akan diatur dalam Perda jika dirinya terpilih nanti. Selain itu perlu peningkatan kapasitas ulama dan santri dengan pendidikan Bahasa Inggris.

“(Kalau bisa Bahasa Inggris), kayak Zakir Naik bisa kemana-mana, itu akan sangat luar biasa. Dilatih dengan tim Kemenag,” ucap dia.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *