Panwaslu Nyatakan Kampanye Ridwan Kamil di Kabupaten Bandung Ilegal

Terasjabar.co – Calon Gubernur Jawa Barat Nomor Urut 1 Ridwan Kamil melakukan kampanye ke sejumlah daerah di Kabupaten Bandung. Panwaslu Kabupaten Bandung menilai aktivitas Ridwan Kamil itu telah melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

“Ilegal. Menyalahi aturan, tidak sesuai PKPU. H-3 sudah kami ingatkan kepada tim kampanye agar segera mendaftarkan diri kepada KPU,” kata Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Panwaslu Kabupaten Bandung Hedi Ardia saat ditemui di Rumah Rancage, Jagabalai, Jalan Cipaku Paseh, Kabupaten Bandung, Rabu (28/3/2018).

Panwaslu Kabupaten Bandung, menurut Hedi, segera melayangkan surat peringatan kepada tim kampanye pasangan nomor urut satu Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu).

“Kita akan kirim peringatan tertulis. Kalau kita bubarkan kegiatan kampanye ini, secara faktor sosial kurang kondusif. Karena personelnya sedikit, kecuali dibantu pihak kepolisian,” tuturnya.

Hedi menegaskan seharusnya tim kampanye Rindu melayangkan surat pemberitahuan ke KPU Kabupaten Bandung akan melakukan kampanye di wilayah Kabupaten Bandung. “Sampai tadi malam, kita terus komunikasi mereka tidak memberikan surat,” ujarnya.

Hedi menjelaskan pasangan nomor urut satu ini paling tidak tertib administrasi untuk kegiatan kampanye di Kabupaten Bandung. “Sesuai PKPU, tim kampanye harus terdaftar apakah itu partai politik, gabungan partai politik atau relawan. Pasangan lain sudah ada, kecuali pasangan nomor urut satu saja. Tidak pernah terdaftar, termasuk kegiatan ilegal, kalau enggak salah ini sudah ke tiga kalinya,” tutur Hedi.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Tim Pemenangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) Arfi Rafnialdi memaparkan empat poin sanggahan melalui pesan singkat yang diterima wartawan Rabu (28/3/2018).

“Setiap agenda kampanye selalu dilaporkan termasuk perubahannya melalui mekanisme yang berlaku,” tulis Arfi dalam poin pertama.

Pada poin kedua Arfi menyebut bahwa tim sangat memerhatikan aturan-aturan kampanye sebagaimana termaktub dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

Poin selanjutnya, Arfi mempertanyakan mengenai kampanye Rindu yang disebut Panwaslu Kabupaten Bandung telah melanggar sebanyak tiga kali.

“Jika benar Kampanye Rindu sudah tiga kali melakukan pelanggaran, mungkin tim sudah menerima teguran. Ini yang akan kami cek di internal,” sebut Arfi pada poin ketiga.

Pada poin terakhir atau keempat, Arfi menyebut agenda kampanye di Kabupaten Bandung sudah dilaporkan sebelumnya. “Terkait perubahan agenda kampanye di Kabupaten Bandung, beberapa waktu sebelumnya sudah kami sampaikan ke pihak terkait,” kata Arfi.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *