DPRD Jabar Dorong Langkah Prevetif Tangani Penyakit Hepatitis Misterius
Terasjabar.co – Kasus hepatitis misterius telah terdeteksi di Indonesia. Kementerian Kesehatan mencatat ada 15 kasus anak di Indonesia yang diduga terinfeksi penyakit ini. Dari 15 anak itu, lima di antaranya meninggal dunia.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, H. M. Achdar Sudrajat, S.Sos. mengimbau masyarakat untuk tidak panik terhadap kemunculan penyakit Hepatitis misterius tersebut.
Ia pun meminta pemerintah melalui dinas pendidikan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga sekolah tetap steril menerapkan prokes.
“Libur lebaran telah kita lewati bersama, meski covid-19 telah melandai, kita tidak boleh lengah, apalagi saat ini ada isu Hepatitis yang telah menelan korban jiwa, oleh karenanya kita jarus waspada dan tetap konsisten menerapkan prokes,” ujar Achdar kepada Terasjabar.co, Selasa (10/5/2022).
Achdar juga mendukung langkah dinas kesehatan provinsi Jawa Barat yang melakukan tindakan preventif kepada masyarakat melalui sosialisasi dan kampanye serta berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), rumah sakit, laboratorium kesehatan daerah, serta dinas kesehatan 27 kabupaten/kota mengantisipasi kemunculan penyakit hepatitis akut misterius yang telah dinyatakan WHO sebagai kasus luar biasa.
“Meski tidak perlu panik berlebihan, langkah preventif sudah harus dilakukan, Saya berharap agar langkah-langkah Dinkes Provinsi segera ditindak lanjuti oleh Dinas Kesehatan di tingkat kota dan kabupaten,” katanya.
Menurutnya, langkah-langkah preventif yang dimulai dengan edukasi tentang penyakit hepatitis ini harus segera dilakukan.
“Penerapan protokol kesehatan harus terus dipantau intensif. Mengingat pencegahan penyakit hepatitis ini bisa dilakukan dengan rutin mencuci tangan, menghindarkan diri kontak dengan orang sakit serta menjaga jarak dengan orang lain” imbuhnya.
Achdar berharap langkah yang dilakukan oleh Dinkes bisa menekan penyebaran hepatitis misterius ini.
“Tentunya munculnya penyakit Hepatitis misterius ini di luar dugaan kita. Kedepannya, kita fokus untuk dukung Dinkes dan para tenaga medis agar bisa optimal dengan semua langkah-langkah preventifnya. Termasuk tentang anggaran yang dibutuhkan, menjadi hal yang harus kita dukung”, pungkasnya.






Leave a Reply