Kurangi Beban Pembuangan Sampah, Zulkifly Chaniago Berharap 2 TPPAS di Jabar Bisa Beroperasi Akhir Tahun Ini

Terasjabar.co – Pengelolaan sampah di Jabar tak kunjung menemukan ramuan yang dinilai efektif untuk segera menuntaskan persoalan sampah. Atas dasar itu, Anggota Komisi IV DPRD Jabar dari Fraksi Partai Demokrat H. Zulkifly Chaniago, BE. meminta pihak terkait dapat segera merealisasikan Tempat Pembuangan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS).

Zulkifly menuturkan, hingga kini skema mengenai pengoperasian sampah di dua TPPAS belum tuntas. Sebab, masih terdapat pembahasan apakah harus ada investor dengan skema KPBU, bantuan APBN atau digarap langsung oleh Pemprov Jabar melalui BUMD atau BLUD baru.

“Dalam RPJMD, DPRD Jabar memasukan tiga TPA, yang menjadi solusi dalam menangani sampah. Bandung ada Legok Nangka, Bogor ada Luhut Nambo, dan Cirebon Raya baru tahap persiapan pembangunan bagi TPPAS yang baru,” tuturnya Minggu (22/3/2021).

Kendati begitu, pihaknya meminta agar akhir tahun 2021 setidaknya ada 2 TPPAS dapat beroperasi. Di samping itu, mengenai tiping fee masih terdapat kendala dan belum dapat diputuskan.

“Akhir tahun ini minimal sudah bisa beroperasi dulu, agar mengurangi beban pembuangan sampah saat ini,” ujarnya.

Menurutnya, mengenai tiping fee masih tarik menarik misalkan, antara Pemkot Bandung dengan Pemprov Jabar, Pemkot meminta agar dana tiping fee bisa disesuaikan usulan pemprov yakni 70 persen Pemkot dan 30 persen Pemprov.

Namun, hal tersebut cukup memberatkan Pemkot Bandung, jika dengan skema 70 persen, Pemkot Bandung setidaknya harus menganggarkan Rp 300 Milliar per tahun.

“Perihal tiping fee ini harus duduk bersama dan dicarikan win win solution. Kalau memang pemprov tidak sanggup lebih dari 30 persen, Pemprov Jabar dapat mengupayakan usulan bantuan pemerintah pusat, dengan skema 30 Pemkot, 30 Pemprov dan 40 Pemerintah pusat,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, terdapat 5 aspek penting yang harus diselesaikan perihal sampah. Pertama, regulasi yang harus ditinjau agar setiap regulasi sinergi antara kewenangan yang mengatur Pemerintah Pemprov dan Pemda kota/kabupaten sehingga masalah sampah selesai dengan kewenangan masing-masing.

“Kedua, institusi kelembagaan, perlu diatur lembaga apa yang secara teknis akan mengelola sampah. Itu yang harus disiapkan oleh Pemprov,” jelasnya.

Kemudian, ketiga yakni mengenai anggaran yang harus disiapkan dan memadai dalam pengelolaan sampah dengan skema yang melibatkan Pemerintah Pusat, Pemprov Jabar, dan Pemda serta Pemkot. Lalu, keempat yakni teknis operasional dan teknologi yang akan digunakan.

“Untuk Bandung Raya akan seperti apa tata cara pengangkutan dan sebagainya,” ucapnya.

Selanjutnya, kata Zulkifly, dibutuhkan partisipasi publik terhadap persoalan sampah yang kerap menjadi pemicu terjadinya banjir. Ia menilai masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta harus berkolaborasi dengan baik agar masalah sampah menjadi tanggung jawab bersama.

“Pemprov, Pemda, dan Pemkot harus menyiapkan edukasi sejak PAUD, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi serta masyarakat. Sehingga, semua pemangku kepentingan mau dan bertanggung jawab mengimplentasikan konsep 3R (reduce, reuse, recycle) dan tidak membuang sampah secara sembarangan,” pungkasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × four =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam