RSUD Soreang Layak Sebagai Rumah Sakit Kelas B

Terasjabar.co – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang sudah selayaknya menjadi rumah sakit kelas B. Hal itu terungkap saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menerima Tim Visitasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), dalam rangka memproses izin mendirikan bangunan rumah sakit tersebut.

Kepala Seksi Mutu Pelayanan Kesehatan Povinsi Jabar, Neni Nurjanah mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung upaya Pemkab Bandung dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Neni mengungkapkan, ke depan ada perencanaan peningkatan status RSUD Soreang dari kelas C ke B.

“Beberapa persyaratan administrasinya sudah dipenuhi. Kami tim teknis hanya memberikan rekomendasi secara teknis untuk izin mendirikan rumah sakit, sebelum diproses DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Jabar. Insya Allah, dalam waktu dekat sudah selesai,” ucap Neni Nurjanah di sela-sela kegiatan visitasi di RSUD Soreang,

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bandung, Erick Juriara Ekananta menjelaskan, dalam visitasi tersebut pihaknya memang berencana meningkatkan tipe rumah sakit dari kelas C menjadi B.

“Karena pembangunan RSUD Soreang yang berlokasi di Jalan Gading Tutuka ini direncanakan menjadi kelas B, jadi tim visitasinya pun dari Pemprov Jabar. Karena menurut Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pemprov memiliki kewenangan untuk mengeluarkan izin mendirikan dan operasional untuk rumah sakit kelas B,” jelas Erick.

Erick menuturkan, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, seperti kelembagaan rumah sakit. Mengingat, RSUD Soreang dikategorikan sebagai unit pelaksana khusus.

“RSUD tetap berada di bawah tanggung jawab dinas kesehatan. Tapi dari aspek keberadaan secara organisasi, direktur rumah sakit setara dengan jabatan pimpinan tinggi pratama. Oleh karena itu, kami akan penuhi masukan-masukan dari tim visitasi,” tuturnya.

Setelah izin pembangunan keluar, lanjut Erick, pihaknya akan melangkah ke tahap berikutnya, yakni izin operasional rumah sakit.

“Izin operasional ini juga sekaligus meningkatkan status rumah sakit, dari kelas C ke kelas B. Untuk mendapatkan izin ini, banyak sekali indikator dan variabel yang harus kita penuhi, mulai dari sumber daya manusia, sarana prasarana, termasuk fasilitas yang tersedia,” urai Erick.

Dirinya berharap, pembangunan RSUD Soreang bisa selesai akhir tahun 2020. Pasalnya, pembangunan tersebut bersifat monumental di akhir masa kepemimpinan Bupati Bandung Dadang M Naser.

“Pak Bupati akan mengakhiri masa jabatannya pada Februari 2021 nanti. Sebelum berakhir masa jabatannya, kami berharap rumah sakit ini sudah bisa diresmikan. Bagaimana pun, ini merupakan bagian dari pertanggungjawaban pemerintah daerah, terkait dengan visi misinya Bupati Bandung yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dimana salah satu aspeknya adalah bidang kesehatan,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur RSUD Soreang Iping Suripto memaparkan, pembangungan rumah sakit rencananya selesai pada 22 November 2020. Namun karena adanya pandemi covid-19, pihaknya memberikan adendum (perpanjangan) hingga 15 Desember mendatang.

“Dengan adanya wabah ini, pengerjaannya sedikit terhambat. Kontraktor mengikiti protokol kesehatan dengan mengurangi jumlah pekerja. Belum lagi keterlambatan suplai barang karena PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Tapi Insya Allah, pembangunannya akan rampung pada akhir tahun ini,” ungkap Iping.

Sementara untuk mendukung peningkatan status rumah sakit, pihaknya akan menambah beberapa dokter spesialis. Ia menjelaskan, saat ini RSUD Soreang sudah memiliki sub spesialis, antara lain spesialis jantung anak, neurologi, orthopaedy dan obgyn.

“Kami juga tengah mempersiapkan dua dokter spesialis dalam, tiga spesialis anak dan ortopedi. Mereka semua disekolahkan oleh rumah sakit melalui dana BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Sehingga ketika lulus nanti, mereka wajib mengabdi kembali di RSUD Soreang,” terangnya.

Lebih dalam Iping menjelaskan, pihaknya terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kesehatan, salah satunya dengan meluncurkan aplikasi Saderek (Sabilulungan Antrian Daftar Elektronik Responsif, Efektif dan Komprehensif).

“Tidak hanya masyarakat Kabupaten Bandung, warga Kabupaten Bandung Barat (KBB), Garut, Cimahi, bahkan Cianjur pun datang ke RSUD Soreang. Oleh karena itu, untuk memberikan kemudahan kepada pasien, kami menciptakan aplikasi Saderek. Di aplikasi ini pasien bisa melakukan pendaftaran, rawat jalan serta melihat informasi tempat tidur melalu smartphone,” jelas Iping.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 + twenty =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam