DPRD Dorong Pemprov Jabar Bangun Fasilitas Pendukung BIJB Kertajati
Terasjabar.co – DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong Pemerintah Provinsi Jabar untuk membangun fasilitas pendukung di Bandara Internasional Kertajati. Hal itu seiring dengan dimulainya perpindahan rute penerbangan dari Husein Sastranegara per 1 Juli 2019 mendatang.
DPRD juga mendorong pemprov untuk membangun fasilitas pendukung embarkasi haji, menyusul kemungkinan besar Kertajati ditunjuk sebagai salah satu embarkasi haji di masa mendatang.
Anggota Komisi IV sekaligus ketua Fraksi Golkar Amanah DPRD Jabar Yod Mintaraga mengatakan, Bandara Internasional Kertajati yang sudah dibangun dan diperjuangkan selama ini perlu dikembangkan dengan membangun sarana penunjang. Jangan sampai bandara yang susah payah dibangun dari uang rakyat itu tidak optimal perkembangannya.
“Bandara Kertajati itu bandara internasional terbesar kedua setelah Soekarno Hatta. Kami dorong semua pihak terkait dan pusat agar mengoptimalkan keberadaan bandara ini. Kami komisi IV sudah datang ke Kemenhub, ke DPR RI dan sekarang plan-nya sudah jelas. Regulasi itu ada di pemerintah bukan di maskapai, tergantung political will pusat. Sekarang, yang di Husein akan dipindahkan ke Kertajati, karena Husein itu pangkalan angkatan udara, jadi memang harus dipindah,” kata dia di Gedung DPRD Jabar, usai Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Gubernur Jabar perihal Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Jabar Tahun Anggaran 2018, Kamis (27/6/2019).
Dengan perpindahan sebagian rute penerbangan dan rencana sebagai embarkasi haji tersebut, Yod meminta pemerintah untuk segera merencanakan sejumlah pembangunan fasilitas pendukung, termasuk untuk fasilitas haji dan umrah.
“Asrama haji, saya sangat dorong Gubernur Jabar di waktu yang akan datang segera bangun asrama haji, 2020 kesana harus mulai pikirkan itu,” kata dia.
Menurut dia, Jabar mampu untuk membangun asrama haji. Sebagai bukti asrama haji di Pondok Gede Bekasi, pemprov telah menghibahkan lahan pada Kementrian Agama.
Selain itu, Yod pun berharap fasilitas pendukung bandara seperti hotel dan rumah sakit dapat segera dibangun, baik dilakukan oleh Pemprov Jabar ataupun investor.
Yod menuturkan, dengan adanya pemindahan rute penerbangan ke Kertajati, artinya pemerintah pusat sudah memikirkan cara untuk mengoptimalisasi bandara meski saat ini akses darat belum sempurna. Meskipun demikian, saat ini sudah ada bus yang disiapkan dari empat titik yaitu Bandung, Cikarang, Kuningan, dan Cirebon.
“Saya harap ini akan memantik pembangunan infrastruktur lainnya dengan mempercepat Jalan Tol Cisumdawu, dan juga Bandung-Banjar yang dulu dikenal sebagai Tol Cigatas, karena itu akses yang akan mempermudah akses ke bandara. Jika semua konektivitas sudah terhubung, maka dampak geliat ekonomi masyarakat akan terlihat,” tutur dia.






Leave a Reply