Banyak Kebun di Jawa Barat Bisa Jadi Tempat Wisata yang Ramah Lingkungan
Terasjabar.co – Sektor perkebunan menjadi satu di antara sektor strategis untuk meningkatkan perekonomian di Jawa Barat.
Hal itu disampaikan Sekda Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa, setelah menghadiri peringatan Hari Perkebunan, di Gedung Sate, Senin (10/12/2018).
“Perkebunan satu di antara sektor strategis untuk bisa mempercepat kesejahteraan di Jawa Barat, khususnya dalam meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pengurangan pengangguran dengan pemberdayaan tenaga kerja di sektor perkebunan,” ujar Iwa Karniwa.
Iwa Karniwa mengatakan penyerapan tenaga kerja di sektor perkebunan cukup besar. Selain menyerap tenaga kerja, sektor perkebunan juga berpotensi meningkatkan perekonomian Jawa Barat melalui sektor pariwisata.
“Kami libatkan sektor perkebunan disulap jadi destinasi wisata tapi ramah lingkungan. Ini momentum kami,” ujar Iwa Karniwa.
Ketika menjadi destinasi wisata, diharapkan sektor perkebunan dapat membuka peluang menambah pendapatan.
Selain itu, kata Iwa, Jawa Barat juga masih punya pekerjaan rumah untuk meningkatkan produktivitas berbagai komoditas.
Dengan peningkatan produktivitas, diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri perkebunan Jawa Barat.
“Meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat melalui berbagai cara, satu di antaranya, meningkatkan produktivitas kakao, kelapa, termasuk sektor perkebunan yang masih ekspor dari sisi primer,” ujar Iwa Karniwa.
Saat ini, kata Iwa, Jawa Barat memiliki beberapa komoditas yang berpotensi berkembang besar, satu di antaranya adalah kopi. Hal itu dibuktikan dengan menjamurnya kafe dan coffee shop di Jawa Barat.
Kopi Jawa Barat juga, kata Iwa Karniwa, pernah menang dalam sebuah festival kopi di Atlanta, Amerika Serikat. Selain itu, secara nasional, produktivitas kopi di Indonesia juga masih kalah dengan Vietnam, sehingga menurut Iwa Karniwa, produktivitas kopi harus ditingkatkan.
Ia menyebut Indonesia memproduksi 600 ribu ton kopi setiap tahun atau 6,6 persen dari produksi kopi dunia.
“Masih kalah dari Vietnam yang menjadi nomor 2 dunia dan memproduksi 1,5 juta ton atau 16 persen dari produksi kopi dunia,” ujar Iwa Karniwa.
Selain kopi, Iwa Karniwa juga menyebut industri tembakau berpotensi berkembang di Jawa Barat. Hal itu tidak lepas dari hasil penelitian yang membuktikan bahwa varietas tembakau dapat berkembang di Jawa Barat.
” Ini agenda penting dalam rangka tahapan mencapai Jabar Juara Lahir Batin,” ujar Iwa Karniwa.






Leave a Reply