Debat Publik Sidoarjo Bahas LGBTQ, Ustadz Yudi: Pintu Taubat Selalu Terbuka

Terasjabar.co – Diskusi publik mengenai isu identitas gender, norma sosial, hak asasi manusia (HAM), dan perspektif keagamaan kembali mengemuka melalui penyelenggaraan yang diprakarsai MU’ALLAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA Debat Publik “Boti vs Anti-Boti” yang digelar di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (6/8/2026), mulai pukul 16.00 WIB.

Forum ini mempertemukan narasumber dari dua sudut pandang yang berbeda sebagai ruang dialog terbuka untuk menyampaikan argumentasi, gagasan, dan pandangan mengenai fenomena LGBTQ dalam perspektif sosial, hukum, HAM, dan agama. Acara berlangsung secara tertib dengan mengedepankan etika berdialog serta penyampaian pendapat secara terbuka.
Pada pihak representasi Boti, hadir Mbak Lusi, seorang transgender asal Surabaya, serta Mr. W, praktisi sekaligus senior komunitas Boti Jawa Timur.

Sementara dari pihak kontra hadir Ustadz Yudi Kristanto, mewakili Komisi Nasional Anti Pemurtadan (Komnas Anti Pemurtadan), bersama Mas Rosi, perwakilan pemuda Sidoarjo.

Dalam sesi diskusi, masing-masing narasumber menyampaikan argumentasi berdasarkan pengalaman, pandangan, dan landasan yang diyakini. Dialog berlangsung dinamis dengan membahas berbagai aspek, mulai dari identitas personal, hak asasi manusia, kesehatan masyarakat, norma sosial, hingga nilai-nilai keagamaan.

Pada sesi penutup, Ustadz Yudi Kristanto menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, pintu taubat senantiasa terbuka bagi setiap manusia selama hayat masih dikandung badan. Menurutnya, dakwah harus tetap dilakukan dengan hikmah, kasih sayang, dan mengajak kepada jalan Allah, sembari mengingatkan bahwa petunjuk merupakan hak prerogatif Allah SWT.

Ia juga menyampaikan bahwa hati, naluri, dan kecenderungan manusia hendaknya diarahkan sesuai tuntunan agama. Hak asasi setiap individu, menurutnya, perlu berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak masyarakat luas dalam menjaga nilai-nilai moral, ketertiban, dan kehidupan sosial.

Selain itu, Ustadz Yudi mendorong adanya upaya yang komprehensif dalam mengatasi berbagai bentuk penyakit masyarakat, tidak hanya terkait LGBTQ, tetapi juga perjudian, perzinaan, penyalahgunaan narkotika, praktik riba, dan bentuk kemaksiatan lainnya melalui pendekatan edukatif, persuasif, serta regulasi yang berkeadilan.

Mengakhiri penyampaiannya, ia mengajak seluruh peserta untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT sebagai bekal kebahagiaan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat, seraya mengingatkan bahwa rahmat Allah selalu terbuka bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh ingin kembali kepada jalan yang benar.

Penyelenggara berharap debat publik ini menjadi ruang dialog yang sehat dan edukatif bagi masyarakat dalam memahami berbagai perspektif terhadap isu-isu sosial yang berkembang, sekaligus memperkuat literasi hukum, nilai-nilai keagamaan, serta budaya berdiskusi yang santun di tengah kehidupan bermasyarakat.

Tentang Komnas Anti Pemurtadan

Komisi Nasional Anti Pemurtadan (Komnas Anti Pemurtadan) merupakan wadah yang menghimpun ulama, dai, akademisi, dan tokoh masyarakat dalam upaya memperkuat akidah umat melalui dakwah, edukasi, kajian ilmiah, advokasi, dan pembinaan masyarakat. Dalam menjalankan misinya, Komnas Anti Pemurtadan mengedepankan dakwah yang penuh hikmah, dialog yang konstruktif, serta kepatuhan terhadap hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × one =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data